Tragedi Longsor Cisarua Bandung Barat: 82 Orang Hilang, Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:51 WIB
Menyoroti kesaksian korban yang selamat dari insiden longsor yang melanda wilayah Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@asarhumanity)
Menyoroti kesaksian korban yang selamat dari insiden longsor yang melanda wilayah Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@asarhumanity)

SULUTZONE.COM – Bencana longsor dahsyat menerjang Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 82 orang dilaporkan masih hilang tertimbun material tanah.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut diduga kuat menjadi pemicu utama longsor yang meratakan sedikitnya 20 rumah warga.

Baca Juga: Kuasa Hukum Erwin Desak Kejaksaan Periksa Walikota Bandung, Sebut Grup 'Pendopo' Jadi Kunci

Kesaksian Memilukan Korban Selamat: Ada Suara Dentuman

Ketegangan sebelum bencana diceritakan oleh salah satu ibu yang berhasil selamat. Ia mengaku mendengar suara dentuman keras dari arah hulu tebing beberapa jam sebelum tanah longsor menghantam pemukiman.

"Sempat terdengar suara 'Bum' itu sekitar jam 11 malam (Jumat), kemudian kejadiannya jam 2 dini hari," ungkapnya dalam unggahan yang dilansir dari akun Instagram @asarhumanity.

Menurutnya, kecepatan material tanah membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri. "Ada yang sempat lari, tapi yang rumahnya langsung kejatuhan material tidak sempat selamatkan diri," tambahnya dengan nada pilu.

Status Darurat dan Data Korban

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, yang turun langsung ke lokasi kejadian telah menetapkan status darurat bencana. Berdasarkan data sementara, terdapat 113 jiwa dari 34 keluarga yang terdampak langsung.

  • Meninggal Dunia: 8 orang

  • Selamat: 23 orang

  • Hilang: 82 orang (Masih dalam pencarian)

"Akses ke lokasi sangat sulit. Kami menurunkan petugas khusus untuk mengatur jalur distribusi bantuan agar cepat sampai ke pengungsi," ujar Jeje di lokasi kejadian, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: Jaringan Anarkis Pembakar Fasilitas Publik di Bandung-Tasikmalaya Dibongkar, 42 Tersangka Diamankan

Sentilan Gubernur Dedi Mulyadi: Kebun Bunga Gantikan Pohon Penahan

Bencana ini turut memicu sorotan tajam dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Saat meninjau lokasi, Dedi menyesalkan adanya alih fungsi lahan di kawasan lereng bukit yang seharusnya berfungsi sebagai area konservasi.

"Daerah ini seharusnya berisi pohon penahan tanah dan air, tapi kawasannya diubah menjadi kebun bunga dan sayuran," tegas Dedi melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X