Sulutzone.com — Bangunan tua bersejarah Gedung Hogwan yang terletak di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendadak roboh dan menimpa rumah warga sekitar. Peristiwa tragis ini merenggut tiga korban jiwa dari warga setempat.
Unggahan akun Instagram @insta_bumiayu pada Selasa (1/9/2026) menyebutkan bahwa gedung tua tersebut merupakan saksi bisu perjalanan sejarah wilayah Bumiayu selama lebih dari satu abad. Sebelum roboh, bangunan ini kerap dimanfaatkan warga sebagai sarana olahraga bulu tangkis.
"Gedung Tua Hogwan, saksi bisu perjalanan sejarah Bumiayu selama lebih dari satu abad, kini roboh dan menimpa rumah warga," tulis kutipan unggahan tersebut.
Kronologi Menimpa Rumah Warga dan Evakuasi Korban
Kapolsek Bumiayu, AKP Edi Mardianto, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada Minggu (30/8/2026) pagi. Material sisa bangunan roboh secara langsung menimpa tiga unit rumah yang berada tepat di area depannya.
Saat kejadian berlangsung, dua korban anak-anak diketahui masih tertidur lelap di rumah karena bertepatan dengan hari libur. Petugas gabungan TNI-Polri, BPBD, dan warga langsung bergerak mencari korban di balik puing-puing bangunan.
"Dua korban awal merupakan anak-anak, langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Pencarian berlanjut hingga ditemukan korban ketiga seorang lansia bernama Kajat (82)," terang Edi Mardianto, Selasa (1/9/2026).
Ringkasan Peristiwa Robohnya Gedung Hogwan Bumiayu
| Parameter Peristiwa | Detail Kejadian |
| Lokasi Kejadian | Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah |
| Waktu Peristiwa | Minggu, 30 Agustus 2026 (Pagi Hari) |
| Fungsi Bangunan | Cagar budaya / Bangunan tua (Dialihfungsikan jadi lapangan badminton) |
| Dampak Kerusakan | 3 Unit Rumah Warga Rusak Tertimpa Material |
| Korban Jiwa | 3 Orang Meninggal Dunia (2 Anak-Anak & 1 Lansia bernama Kajat, 82 tahun) |
| Penanganan RS | RSUD Bumiayu |
Penyelidikan dan Pensterilan Lokasi Kejadian
Seluruh korban tewas telah dievakuasi oleh tim BPBD menuju RSUD Bumiayu. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti robohnya struktur bangunan tua tersebut.
Kapolsek Bumiayu mengimbau masyarakat sekitar agar tidak mendekati area reruntuhan. Kondisi sisa bangunan dinilai masih sangat labil dan berisiko menimbulkan bahaya runtuhan susulan.
Artikel Terkait
TNI Bersama Warga Gelar Karya Bakti pembangunan rumah warga/Masyarakat, di Desa Bengel kecamatan Beo , Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Tal
Siaga Hadapi Ancaman Karhutla: Pemkab Talaud Gelar Apel Pasukan, Dandim Yanuar Yudistira Pimpin Komando Sinergi Lintas Sektor
Siap Sedia 24 Jam: Kapolres Talaud AKBP Dwi Yatmoko Pastikan Alut Samapta Optimal Hadapi Gangguan Kamtibmas
TNI AD Tinjau Karya Bakti Skala Besar PLTMH Di Desa Makatara, Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan
Melalui Progran Karya Bakti Skala Besar, TNI Bersama Rakyat Bangun Jembatan Di Wilayah Binaan
Kebakaran di Batu Ceper Gambir Hanguskan 114 Rumah, 310 KK Terdampak
PT DKI Jakarta Perberat Hukuman Ibam Kasus Korupsi Chromebook Jadi 5 Tahun Penjara
Ramai Menu MBG Anak TK di Bogor Pakai Minuman Perisa Susu Impor, Ini Penjelasan Ahli Pangan
Viral Seremoni Pelepasan Armada Karhutla Kalteng Tuai Kritik Warganet, Ini Faktanya!
Kebakaran Besar di Seminyak-Legian Bali Hanguskan Bedeng dan Gudang Rongsokan, 10 Unit Damkar Dikerahkan