Manado — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, S.E., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menggenjot perekonomian serta menekan angka pengangguran dan kelompok usia muda yang tidak bersekerja, berpendidikan, maupun bersertifikasi (Not in Employment, Education, or Training / NEET) di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka kegiatan Coffee Morning bersama awak media yang meliput di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, bertempat di Graha Gubernuran, hari ini.
Menanggapi sorotan publik mengenai data indikator NEET di Sulawesi Utara yang terbilang tinggi dibanding rata-rata nasional, Yulius meminta agar parameter tersebut dinilai secara menyeluruh dan obyektif. Menurutnya, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan pemerintah daerah pasif atau tidak bekerja.
"Soal NEET ini tidak bisa dipukul rata. Ada anggapan seolah-olah gubernur tidak bikin apa-apa karena angkanya di atas rata-rata nasional. Tentu tidak demikian. Banyak faktor di lapangan, seperti fase jeda setelah selesai pendidikan, transisi menikah, hingga masa tunggu masuk dunia kerja," ujar Yulius.
Gubernur juga menyinggung perihal dinamika jadwal pendataan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang fluktuatif. Ia menggarisbawahi bahwa survei bisa saja bertepatan dengan momen transisi ketika responden baru menyelesaikan pelatihan kerja atau belum memulai masa aktif bekerja.
Baca Juga: Kucuran Tambahan DAU Cair, Gubernur YSK Kirim Doa Khusus Buat Presiden Prabowo
Lebih lanjut, Yulius memaparkan perbandingan antara data NEET dengan tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat. Menurutnya, realita di lapangan menunjukkan bahwa indikator perekonomian Sulut tetap solid.
"Jika dilihat di lapangan, hal itu berbanding terbalik dengan Rasio Gini (Gini Ratio) Sulawesi Utara yang tercatat sangat kecil. Ini membuktikan bahwa tingkat kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat kita tergolong rendah," jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya menyandingkan data Pertumbuhan Ekonomi (LPE/GDT) dengan NEET untuk mendapatkan potret ekonomi daerah yang utuh.
Di akhir penyampaiannya, Yulius menegaskan bahwa Pemprov Sulut terus bekerja ekstra demi mendorong kesejahteraan masyarakat dan menghidupkan sektor-sektor produktif.
"Kami tidak tidur, kawan-kawan. Sehari paling saya cuma tidur dua jam demi memikirkan dan bekerja untuk Sulawesi Utara," pungkasnya.
Kegiatan Coffee Morning ini berlangsung hangat dan menjadi ruang dialog interaktif antara jajaran Pemprov Sulut dan insan pers guna memperkuat transparansi informasi publik.
***
Artikel Terkait
Respons Kilat via Call Center 110: Personil Polres Talaud Gerak Cepat Padamkan Kebakaran SMK Negeri 1 Talaud
Anggota TNI, Pemerintah Desa dan Warga Pasang Paving Blok Pembuatan Jalan Desa Tabang
Anggota Koramil 1312-03/Beo Bersama Warga Melaksanakan Karya Bhakti Pembuatan Jembatan
Penutupan Latsar Yantek Batch 1, PLN UP3 Tahuna Dorong Petugas Semakin Tangguh dan Profesional
Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Tingkat Desa: Bupati Welly Titah Hadiri Pelantikan DPD FORLINMAS Sulut 2026-2032 di Manado
Sinergi Eksekutif-Legislatif Kunci Pembangunan: Pemkab dan DPRD Talaud Tandatangani Nota Kesepakatan KUPA-PPAS TA 2026
Standius Bara Prima Membaur Dengan Warga Muslim Manado, Rayakan Maulid Nabi dengan Berbagai Kegiatan Sosial
Nyalakan Nyawa di Ujung Maut: Kasat Binmas Polres Talaud Iptu Fybert Kowaas Terjunkan Diri Selamatkan Lansia Tenggelam