JAKARTA — Tragedi gempa bumi berkekuatan M7,8 yang memicu tsunami setinggi 25 meter di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 12 Desember 1992 menyisakan luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Di balik upaya penanggulangan bencana skala besar tersebut, terselip kisah haru dari sosok mantan Menteri Keuangan RI, Frans Seda.
Sebagai putra daerah kelahiran Maumere, Frans Seda langsung turun ke lokasi bencana sebagai relawan sekaligus Ketua Panitia Nasional Bencana Gempa Flores. Ia menyaksikan secara langsung penderitaan ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal di pesisir utara Pulau Flores.
Surat kabar Bernas edisi 16 Desember 1992 mencatat momen emosional ketika Frans Seda tak kuasa menahan air matanya saat membeberkan kondisi terkini para korban di lapangan.
"Sesepuh masyarakat Flores dan ketua panitia nasional bencana gempa Flores, Frans Seda tak kuasa menahan air matanya saat menjelaskan tentang bencana di NTT," tulis laporan koran Bernas.
Diguyur Hujan dan Krisis Bahan Makanan
Frans Seda meneteskan air mata usai melihat kondisi warga yang terpaksa bertahan hidup di tempat terbuka tanpa gubuk yang layak. Situasi diperparah oleh cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi serta keterbatasan bahan makanan dan fasilitas kesehatan.
"Bukan itu saja, masyarakat yang sekarang ini tinggal tanpa gubuk lantas diguyur hujan lebat sangat menyiksa," tutur Frans Seda kala itu sembari mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk bahu-membahu menyalurkan bantuan.
Penetapan Bencana Nasional
Merespons besarnya dampak kerusakan, Pemerintah menetapkan musibah tersebut sebagai Bencana Nasional pada 16 Desember 1992. Presiden Soeharto memimpin langsung pengiriman bantuan skala besar serta meninjau lokasi bencana di Maumere sepekan kemudian guna memastikan percepatan rekonstruksi wilayah terdampak.
Catatan Dampak Gempa dan Tsunami Flores 1992
| Parameter Dampak | Jumlah / Keterangan |
| Kekuatan Gempa | M 7,8 (Pusat gempa 35 km utara Maumere) |
| Ketinggian Tsunami | Hingga 25 meter di pesisir utara |
| Korban Meninggal Dunia | Lebih dari 2.500 jiwa |
| Korban Hilang | Sekitar 500 orang |
| Korban Luka-Luka | 447 orang |
| Jumlah Pengungsi | Sekitar 5.000 jiwa |
Artikel Terkait
Prediksi NK Celje vs Slovan Bratislava: Misi Cetak Sejarah dan Ambisi Yaya Toure di Liga Champions
Rincian Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Compact Turun
Hasil Babak I Final Piala AFF 2026: Gol Yotsakor Burapha Bawa Thailand Ungguli Vietnam 1-0
Hasil Uji Coba Pramusim: Madura United Sikat Borneo FC 3-1 di Samarinda
Jelang Aksi Demo AMPB di DPR, Gerakan Pemuda Islam Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi
Klasemen Sementara Liga Spanyol 2026/2027: Barcelona Memimpin, Real Betis Tembus 4 Besar
OJK Cabut Izin Usaha 11 Bank Hingga Agustus 2026, BPR Citra Bersada Abadi Jadi yang Terbaru
Bocoran Gaji Petugas Haji 2027: Capai Rp70 Juta Selama Masa Penugasan
Tim Kuasa Hukum Sebut Hak-Hak Febrie Adriansyah Terlanggar Jelang Putusan Praperadilan
BMKG: Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 Tak Bisa Diamati dari Indonesia