Ia menekankan bahwa alih fungsi lahan yang tidak terkendali menjadi bom waktu bagi bencana ekologis di Jawa Barat. "Kita ingin tidak lagi terjadi alih fungsi sedemikian itu di Jawa Barat," tukasnya.
Proses Evakuasi Terus Berjalan
Saat ini, tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta relawan terus berjibaku di tengah material tanah dan cuaca yang belum stabil untuk mencari puluhan korban yang masih hilang.
Warga yang tinggal di area lereng bukit dan tanah miring pun diimbau untuk segera mengungsi sementara, mengingat curah hujan di wilayah Bandung Barat masih sangat tinggi dan berisiko memicu longsor susulan.
***
Artikel Terkait
Koleksi 8 Kendaraan dan Properti Miliaran, Intip Harta Kekayaan Kadis Kelautan dan Perikanan Sulut Tienneke Adam, Capai 7 Miliar Lebih
Dana Transfer Dipangkas Rp200 Miliar, Andrei Angouw Pastikan Proyek Infrastruktur Manado Tetap 'Gaspol' di 2026
Ini Cara Mudah Pindah dari BPJS Mandiri ke PBI yang Ditanggung Pemerintah
Revolusi Digital Bank Mandiri: Livin’ Tembus 36 Juta Pengguna, Kini Bayar Transaksi Tinggal 'Tap' HP Tanpa Scan QR
Dukung Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025, Sektor Pertanian Jadi Primadona
Lula Lahfah Meninggal Dunia, Isak Tangis Reza Arap Pecah di Rumah Duka RSPAD Jakarta
Jadwal Layanan Eazy Passport Talaud Sulut Februari 2026: Lokasi, Syarat, dan Biaya Terbaru
Satu Titik PETI Bukit Oboy Masih ‘Kebal Hukum’, Dua Ekskavator Terpantau Bebas Beroperasi
Wabup Talaud Anisya Bambungan Tinjau Lokasi Pembangunan Kompi TP di Salibabu: Peluang Ekonomi Baru bagi Masyarakat
Update Harga Emas Pegadaian Sabtu 24 Januari 2026: Antam, Galeri 24, dan UBS Melejit!