Sulutzone.com -- Pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, soal usulan memindahkan gerbong khusus wanita ke tengah rangkaian KRL mendadak viral dan menuai sorotan publik.
Usulan tersebut muncul pasca kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang berdampak pada gerbong paling belakang, yang diketahui merupakan gerbong wanita.
Namun, sejumlah pihak menilai langkah itu belum menyentuh akar persoalan keselamatan transportasi. Posisi gerbong dianggap bukan faktor utama penyebab risiko kecelakaan.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa fokus utama bukan pada perbedaan gender.
“Intinya bukan laki-laki atau perempuan, tapi bagaimana kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
AHY juga memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna meningkatkan sistem keselamatan transportasi secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Jelang Natal dan Tahun Baru, Tiket Kereta Api Mulai Dijual
Sah!! AHY Lantik Mantan Ketua DPRD Sebagai Ketua DPC Demokrat Bolmut, Ini Sosoknya
Menindaklanjuti Instruksi Presiden Joko Widodo, Menteri ATR/BPN AHY Langsung Turun ke Sulawesi Utara
Menteri ATR/BPN AHY Berdiskusi Santai Dengan Mahasiswa Indonesia di New York
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Provinsi Bali
Bupati Minahasa Jemmy Kumendong Terima Kunjungan Menteri PPPA Bintang Puspayoga
Menilik Lagi Upaya Penurunan Tiket Transportasi untuk Mudik Lebaran 2025, AHY: akan Ada Rapat Koordinasi
Banjir Bandang di Jalur Pantura Batang: 6 Laju Kereta Api Terganggu hingga Kata BMKG Soal Puncak Musim Hujan di Jateng
Viral! KRL Anjlok di Jalur Bogor-Jakarta Kota, Rute Perjalanan Diubah Total
AHY: Mari Hentikan Segala Bentuk Pengerusakan terhadap Fasum, Bukankah Itu akan Menyulitkan Kita Semuanya
Dukung Pariwisata Berkelanjutan, PT KAI Ungkap Kereta Api Jadi Primadona Wisatawan Mancanegara