SULUTZONE.COM – Tren perjalanan wisata di Indonesia mulai bergeser ke arah yang lebih ramah lingkungan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat adanya peningkatan signifikan penggunaan kereta api oleh wisatawan mancanegara (wisman) sebagai moda transportasi utama untuk mengeksplorasi keindahan Nusantara.
Hal ini dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pariwisata berkelanjutan dan mobilitas rendah emisi guna menekan dampak perubahan iklim.
Solusi Mobilitas Rendah Emisi
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kereta api memiliki keunggulan komparatif dibandingkan moda transportasi lain, terutama untuk perjalanan jarak menengah.
"Sebagai bagian dari transportasi massal, kereta api memiliki tingkat emisi lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi dan pesawat untuk jarak menengah. Durasi perjalanannya juga lebih singkat daripada menggunakan mobil atau bus," ujar Anne dalam keterangan resminya, Minggu (11/1/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata KAI dalam mendukung Indonesia menuju target Net Zero Emission pada tahun 2060. Penggunaan kereta api memungkinkan industri pariwisata tumbuh tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Baca Juga: INFO WISATA: Baduy Dalam Ditutup Sementara Mulai 20 Januari 2026, Ada Ritual Adat Kawalu
Stasiun Utama Sebagai Simpul Wisata
Beberapa stasiun besar telah menjadi titik keberangkatan dan kedatangan favorit para turis asing untuk menjangkau destinasi budaya hingga alam, di antaranya:
-
Stasiun Gambir (Jakarta)
-
Stasiun Bandung
-
Stasiun Yogyakarta
Anne menambahkan, stasiun-stasiun ini berfungsi sebagai simpul pergerakan wisatawan yang ingin menikmati wisata perkotaan maupun kawasan bersejarah dengan lebih efisien dan nyaman.
Dampak Ekonomi Berkelanjutan
Selain manfaat lingkungan, keberadaan transportasi kereta api juga memicu efek domino bagi perekonomian lokal di sekitar stasiun. Anne menyebut rantai ekonomi yang terbentuk sangat krusial bagi keberlangsungan usaha masyarakat.
"Rantai ekonomi di sekitar stasiun ikut tergerak. Hal ini mampu menggerakkan UMKM, perhotelan, hingga sektor ekonomi kreatif secara berkelanjutan," ungkapnya.
Dengan memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi ramah lingkungan (eco-friendly destination), KAI berharap kereta api terus menjadi tulang punggung mobilitas wisatawan yang mengutamakan kenyamanan sekaligus kelestarian alam.***
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Erwin Desak Kejaksaan Periksa Walikota Bandung, Sebut Grup 'Pendopo' Jadi Kunci
Winston Monangin Mohon Perlindungan Hukum ke Kapolda Sulut, Kuasa Hukum: Ada Dugaan Kriminalisasi
Gerak Cepat Yulius Selvanus, Pemprov Sulut Salurkan 1.000 Keping KTP-el untuk Warga Terdampak Banjir di Sitaro
Situasi Terkendali! Pascagempa M7,1 Talaud 'Tanpa Tsunami', Kapolres, AKBP. Arie Sulistyo Nugroho: Warga Diminta Tidak Panik
Situasi Terkendali! Pascagempa M7,1 Talaud 'Tanpa Tsunami', Dandin 1312/Talaud, Letkol Arh. Yanuar Yudistira: Warga Diminta Tidak Panik
John Herdman Tiba di Jakarta 12 Januari, PSSI Pastikan Pelatih Anyar Garuda Boyong Keluarga ke Indonesia
Babinsa Serda Niklas Tatawi Gencarkan Komsos: Bangun 'Kemanunggalan' TNI-Rakyat di Tengah Ancaman Gempa Susulan Talaud
Raja Spanyol! Barcelona Rengkuh Gelar Ke-16 Piala Super Spanyol 2026 usai Tekuk Real Madrid 3-2
Era Baru John Herdman: Hokky Caraka Berharap Skuad Garuda 'Naik Level' di Kancah Asia
INFO WISATA: Baduy Dalam Ditutup Sementara Mulai 20 Januari 2026, Ada Ritual Adat Kawalu