LANGOWAN – Kebakaran melanda gedung eks SD Negeri 2 Langowan pada Sabtu (1/8), menghanguskan bangunan sekolah yang sudah tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara bergantian untuk memadamkan kobaran api yang terus membesar. Proses pemadaman berlangsung sekitar 60 menit dengan melibatkan petugas Damkar, personel kepolisian, serta masyarakat yang dipimpin langsung oleh Hukum Tua Desa Amongena 1, Jefta Kereh.
Berdasarkan informasi di lokasi, api diduga berasal dari arus pendek listrik di salah satu ruang kelas bagian belakang. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merambat hingga ke bagian depan gedung.
Meski bangunan tersebut sudah tidak difungsikan sebagai sekolah karena tidak lagi memiliki siswa, di dalamnya masih tersimpan berbagai buku serta perlengkapan penunjang pendidikan.
Kepala SD Negeri 5 Langowan, Jorri Makalou, yang saat ini bertanggung jawab atas gedung tersebut, mengatakan bahwa bangunan memang sudah tidak digunakan untuk aktivitas belajar mengajar, namun masih dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan sejumlah aset sekolah.
"Bangunan ini memang sudah tidak digunakan, tetapi masih ada buku-buku dan perlengkapan sekolah yang disimpan di dalamnya," ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Sanksi SPBU Tanawangko Minahasa, Penyaluran Pertalite Dialihkan ke Tateli
Sementara itu, Camat Langowan dan Kapolsek Langowan memberikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran, anggota kepolisian, serta masyarakat yang bergerak cepat sehingga api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Artikel Terkait
Pasar Langowan Siap Sambut Pengucapan Syukur, Harga Terkendali dan Pasokan Melimpah
Semarak HUT ke-81 RI di Kampung Presiden Langowan Resmi Dibuka, Vanda Sarundajang Ajak Warga Jaga Persatuan dan Sportivitas