Sulutzone.com — Misteri identitas jenazah Mr. X yang ditemukan mengapung di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Polda Banten bersama Tim DVI Pusdokkes Polri mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1.
Surakman sebelumnya dilaporkan hilang bersama tujuh orang lainnya—termasuk lima jurnalis—saat melakukan pelayaran untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026.
Kepala Polda Banten, Irjen Pol Hengky, membeberkan kepastian identitas tersebut dalam konferensi pers di Mapolda Banten.
"Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu bahwa secara genetik PM/62/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mr. X tadi teridentifikasi sebagai Sukarman atau ABK yang merupakan ayah biologis dari Yayan," ungkap Irjen Pol Hengky, Rabu (23/9/2026).
Penemuan di Pulau Enggano dan Proses Evakuasi
Awal penemuan jenazah bermula dari laporan warga lokal Pulau Enggano pada Sabtu (12/9/2026). Informasi tersebut direspon cepat oleh Polsek Enggano dan Bid Dokkes Polda Bengkulu untuk segera mengamankan jenazah.
Jasad Surakman kemudian diterbangkan menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani pencocokan profil genetik dengan sampel keluarga korban.
Di sisi lain, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Amrad, menjelaskan pihaknya telah memaksimalkan batas waktu operasi SAR sesuai prosedur penanganan bencana.
"Sesuai aturan pencarian kami berlangsung selama tujuh hari dan telah diperpanjang tiga hari setelah evaluasi penemuan jenazah tanggal 12 September," terang Amrad.
Basarnas juga memancarkan e-broadcast serta pemapelan darurat melalui stasiun radio pantai kepada para nelayan dan masyarakat di sepanjang pesisir Lampung guna memantau keberadaan bangkai speedboat atau korban lainnya.
Pemakaman di Carita Banten
Rencananya, jenazah almarhum Surakman diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9/2026). Penjemputan akan dihadiri langsung oleh jajaran Gubernur Banten, Kapolda Banten, serta tim penanggulangan terpadu.
Setibanya di rumah duka, pihak keluarga akan memakamkan almarhum di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Daftar Penumpang KM Arupadhatu 1 yang Hilang Kontak
| No | Nama Korban | Peran / Institusi | Status Terakhir |
| 1 | Surakman | ABK KM Arupadhatu 1 | Teridentifikasi (Meninggal Dunia) |
| 2 | Warta | Kapten Kapal | Dalam Pencarian |
| 3 | Heriyanto | Tour Guide | Dalam Pencarian |
| 4 | M. Bagus Khoerunnas | Jurnalis LKBN Antara | Dalam Pencarian |
| 5 | Arie Basuki | Jurnalis Merdeka.com | Dalam Pencarian |
| 6 | Yudhistiro Pranoto | Jurnalis iNews | Dalam Pencarian |
| 7 | Firdaus Wajidi | Jurnalis Anadolu Agency | Dalam Pencarian |
| 8 | Donal Husni | Jurnalis Freelance | Dalam Pencarian |
Artikel Terkait
Babinsa dan Warga Desa Riung Gotong Royong Penggalian Pondasi Tower Air Program Bakti TNI
Aditya Pontoh Resmi Ditunjuk Jadi Plt Bupati Bolmut Usai Sirajudin Lasena Ditahan KPK
Jelang Kedatangan Megawati ke Sulut, Bupati Bolmut Usungan PDI Perjuangan Kena OTT KPK
Wujudkan "Sulut Terang Benderang", PLN Siap Optimalkan Pemerataan Listrik hingga Pelosok
Dampak Asap Karhutla Kalimantan: Sekolah Diliburkan, Kasus ISPA Pontianak Tembus 300 Per Hari!
Persiapan Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Tahun 2026: Jangan Sampai Bantuan Tertahan Akibat Data Tidak Sinkron!
KPK Ungkap Alasan Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Jadi Tersangka Tunggal: Diduga Patok Fee Proyek 10 Persen dan Terima Rp11,14 M!
Tragis! Sopir Truk di Karangasem Diduga Dibakar Bosnya Sendiri Imbas Uang Setoran, Luka Bakar 68 Persen
Kabar Gembira! 5 Bansos Cair Akhir September 2026: Dari PKH, BPNT Rp600 Ribu, Hingga Beras 30 Kg
Kebakaran Hutan Kalsel Makin Membara Dekati RSJ Sambang Lihum, 167 Pasien Terpaksa Dievakuasi!