Manado, Sulutzone.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dan PT Bank Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Pengembangan Ekosistem Jual Beli Hasil Tangkapan Ikan Laut. Penandatanganan dilaksanakan di Kantor Pusat Bank SulutGo pada Kamis, (24/9/2026), menandai langkah maju dalam digitalisasi sektor perikanan di wilayah perbatasan terluar Indonesia.
Kerja sama ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem perdagangan ikan yang lebih terintegrasi, transparan, dan bernilai tambah tinggi. Fokus utamanya adalah memberdayakan nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal melalui akses keuangan yang mudah, sistem pembayaran digital, serta pemangkasan rantai distribusi yang selama ini sering merugikan produsen utama.
"Melalui MoU ini, kami ingin memastikan bahwa hasil keringat nelayan dihargai secara adil. Dengan dukungan Bank SulutGo, transaksi jual beli ikan akan menjadi lebih transparan, aman, dan cepat. Nelayan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sistem tunai yang rentan risiko, melainkan beralih ke ekosistem digital yang terukur," ujar Bupati Welly Titah.
Dalam kerja sama ini, Bank SulutGo berkomitmen menyediakan paket layanan komprehensif, meliputi:
1. Digitalisasi Pembayaran: Fasilitas cashless atau non-tunai untuk transaksi jual beli ikan, meningkatkan keamanan dan efisiensi.
2. Akses Pembiayaan: Kredit usaha rakyat (KUR) atau produk pembiayaan khusus bagi nelayan dan pengolah ikan untuk modal kerja dan pengembangan alat tangkap.
3. Literasi Keuangan: Edukasi kepada masyarakat pesisir tentang pentingnya inklusi keuangan dan manajemen keuangan usaha.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta Direksi PT Bank SulutGo. Kehadiran regulator menegaskan bahwa ekosistem yang dibangun telah sesuai dengan prinsip kehati-hatian perbankan dan perlindungan konsumen.
Kepala Perwakilan OJK Sulut-Gorontalo menyambut positif inisiatif ini sebagai model percontohan peningkatan inklusi keuangan di daerah kepulauan. "Kolaborasi antara pemerintah daerah, bank pembangunan daerah, dan komunitas nelayan adalah kunci untuk membawa kesejahteraan hingga ke tingkat akar rumput. Transaksi non-tunai bukan hanya soal kemudahan, tapi juga jejak audit yang jelas untuk pertumbuhan ekonomi yang sehat," jelasnya.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, Pemkab Talaud dan Bank SulutGo akan segera membentuk tim teknis untuk mengimplementasikan pilot project di beberapa titik pendaratan ikan (TPI) strategis di Kabupaten Kepulauan Talaud. Diharapkan, model ini dapat direplikasi untuk komoditas perikanan lainnya, memperkuat posisi Talaud sebagai lumbung ikan nasional yang modern dan berdaya saing.
Artikel Terkait
Kado HUT ke-62 Sulut: Gubernur Yulius Selvanus Cairkan DBH Rp114,4 Miliar ke Kabupaten/Kota!
Jalankan Perintah Al-Qur'an, PP Muhammadiyah Audit Energi Gedung Pusat Dakwah Jakarta Demi Efisiensi Lingkungan!
Aksi Kilat Tim URC! Pasangan Orang Hilang dari Manado Berhasil Diamankan di Beo Selatan
"Sulut MELAJU": Pemkab Kepulauan Talaud Gelar Upacara Khidmat Peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara
Perkuat Sinergi dari Garis Depan: Bupati Welly Titah Hadiri Paripurna Istimewa HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara
Bakti Skala Besar Babinsa Koramil 04/Rainis Bantu Dalam Giat Rehab RTLH
Pengawalan Ketat Kepolisian, Penyidik KPK Sisir Kantor Tony Tanos di Marina Plaza Manado
Program Cek Kesehatan Gratis Pemprov Sulut Membeludak, 2.000 Warga Serbuan Stand CKG di Mantos
PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini, Siswa TK Al-Irsyad Gorontalo Belajar Bahaya Listrik Lewat Cara Menyenangkan
Standarisasi Kinerja yang Adil: Kabag SDM Polres Talaut, Akp Rolly B. Maholeh, SH Paparkan Tahapan Evaluasi Anggota dalam Forum "Polri Belajar"