Selain melakukan serangan udara, AS juga mengerahkan kekuatan besar di Karibia melalui kapal induk USS Gerald R. Ford, menyita dua kapal tanker minyak sebagai bagian dari blokade, dan mengakui telah membunuh lebih dari 100 orang dalam serangan terhadap kapal-kapal kecil yang dituduh melakukan perdagangan narkoba.
Pemerintah Venezuela kini menuduh AS menyerang situs sipil dan telah menyerukan pendukungnya untuk melakukan mobilisasi dalam keadaan darurat gangguan eksternal.
***
Artikel Terkait
Babinsa Koramil 1312-01/Kabaruan Gelar Kegiatan Ibadah Mingguan Pertama Tahun 2026 Bersama Warga
Macan Tutul Jawa Nyaris Punah, Manusia Kini Bersiap Menanggung Akibatnya!
Suara Hati Bocah Aceh Tamiang di Balik Tragedi 1.167 Nyawa: Pak Prabowo, Bangun Kembali Sekolah dan Rumah Kami!
Punya Potensi Wisata Kesehatan Kelas Dunia, Gubernur Yulius Selvanus Komaling Optimis Sumaru Endo Bakal Jadi Kebanggaan Baru Sulut!
Mahfud MD Cium Aroma 'Kekacauan' Politik 2027? Desak UU Pemilu Segera Dirombak Total, Ini Alasannya!
Polresta Manado Luruskan Isu Viral Salah Paham Polri dan Komcad di Kombos Timur, Pastikan Sinergitas TNI-Polri Tetap Solid
Polresta Manado Klarifikasi Dugaan Tindakan Tidak Humanis di Sumompo, Oknum Resmob Diperiksa Propam
Jamin Keamanan Ibadah, Babinsa Koramil 06 Nanusa Kawal Persekutuan Minggu di Gereja Sion Marampit
Sinergitas TNI-Polri di Essang: Kawal Ibadah Minggu Perdana 2026 dengan Aman dan Kondusif
Besok, Massa Gelar Aksi Solidaritas Melawan Pelecehan Seksual di Kantor Pusat Unima