Gempa Picu Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal: 22 Orang Tewas, Ratusan Turis Hilang

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:34 WIB

KATHMANDU — Bencana banjir bandang dan tanah longsor hebat menerjang kawasan perbatasan antara Nepal dan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026). Insiden naas ini mengakibatkan sedikitnya 22 orang tewas serta ratusan lainnya dilaporkan hilang di kedua negara.

Bencana dipicu oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 yang tercatat oleh USGS pada pukul 08.37 pagi waktu setempat. Guncangan tersebut memicu tanah longsor skala besar di kawasan Gyirong (Tibet) dan Nepal Utara yang sempat membendung aliran Sungai Bhote Koshi sebelum air meluap dan menghantam pemukiman serta area proyek.

Ratusan Pekerja Proyek dan Turis Asing Terjebak

Dampak banjir terisolasi di beberapa titik vital. Kantor berita nasional Nepal (RSS) melaporkan sebanyak 60 pekerja proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Langtang Khola di Rasuwa hilang usai air bah menerjang terowongan tempat mereka melakukan pekerjaan pengecoran beton.

Selain pekerja, sekitar 384 hingga 400 wisatawan—termasuk 291 warga negara asing asal Inggris, Amerika Serikat, India, dan Malaysia—juga dinyatakan hilang oleh badan pariwisata setempat.

Menteri Luar Negeri Nepal, Shishir Khanal, memberikan keterangannya dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat Nepal mengenai kronologi bencana tersebut.

"Gempa bumi terjadi pukul 08.37 pagi tadi, dan akibatnya terjadi tanah longsor besar yang menghalangi aliran sungai, yang tampaknya menyebabkan banjir," terang Shishir Khanal.

Hambatan Evakuasi dan Respon Pemimpin Negara

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, telah mengimbau seluruh warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan penuh. Kendati demikian, operasi evakuasi udara menggunakan helikopter militer terhambat di wilayah Syapru Besi dan Timure akibat tingginya debit air.

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping menginstruksikan jajarannya untuk menggelar operasi pencarian dan pertolongan secara "habis-habisan". Pemerintah China juga telah mengirimkan bantuan logistik darurat berupa tenda pengungsian, pakaian hangat, perlengkapan tidur, dan kompor pemanas bagi para korban terdampak di wilayah Gyirong, Tibet.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X