Vatikan Tolak Undangan Board of Peace Trump, Pilih PBB sebagai Pengelola Krisis Global

photo author
Marlon Mondong, Sulut Zone
- Rabu, 18 Februari 2026 | 12:50 WIB
Vatikan Menolak Tawaran Amerika Bergabung di Board Of Peace (Marlon/AI/Sulutzone)
Vatikan Menolak Tawaran Amerika Bergabung di Board Of Peace (Marlon/AI/Sulutzone)

Sulutzonecom -- Vatikan telah secara resmi menyatakan menolak ajakan untuk bergabung dengan Board of Peace, sebuah inisiatif perdamaian internasional yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan ini diumumkan oleh Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Tahta Suci, yang menegaskan bahwa peran utama dalam menangani konflik dan krisis global seharusnya berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations). 

Menurut pernyataan Parolin, struktur dan karakter Board of Peace bukan seperti badan antarnegara tradisional lain, sehingga Vatikan menilai keikutsertaannya dalam forum semacam itu tidak sesuai dengan kapasitas diplomatiknya. Dia juga menyampaikan bahwa sejumlah poin mendasar dari Dewan Perdamaian tersebut masih membutuhkan kajian lebih jauh sebelum Vatikan bisa mempertimbangkannya sebagai mitra. 

Board of Peace awalnya dibentuk sebagai bagian dari rencana untuk mengawasi gencatan senjata serta proses pemulihan di Gaza pascakonflik panjang antara Israel dan Hamas. Namun, rencana ini kemudian berkembang menjadi platform yang dimaksudkan untuk menangani konflik internasional secara lebih luas. Meskipun begitu, sejumlah pakar dan negara juga mempertanyakan legitimasi dan fungsi badan tersebut, terutama karena dikhawatirkan bisa bersaing atau bahkan menggantikan peran PBB dalam diplomasi global. 

Keputusan Vatikan datang di tengah respons campuran dari komunitas internasional. Beberapa negara telah menyatakan dukungan mereka terhadap Board of Peace, sementara yang lain memilih tidak ikut serta atau hanya hadir sebagai pengamat. Vatikan sendiri tetap menegaskan bahwa dirinya akan terus mendukung mekanisme multilateral yang diwakili oleh PBB dalam menyelesaikan konflik serta krisis di berbagai belahan dunia. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marlon Mondong

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X