Sulutzonecom -- Setelah penantian panjang selama lima tahun tujuh bulan, umat Keuskupan Timika akhirnya mendapatkan gembala baru. Paus Fransiskus telah menunjuk Pastor Bernardus Bofitwos Baru, OSA, sebagai Uskup Keuskupan Timika yang baru. Pengumuman ini disambut dengan sukacita oleh seluruh umat.
Pengangkatan ini diumumkan oleh Pastor Marthen Kuayo, Pr, Administrator Keuskupan Timika, melalui surat dari Nunsius Apostolik Vatikan untuk Indonesia, Uskup Piero Pioppo. Surat keputusan tersebut dibacakan dalam acara Doa Rosario di Gereja Katedral Timika, yang dihadiri oleh umat, imam, biarawan, dan biarawati.
"Kini sukacita saya semakin besar selagi saya mengumumkan bahwa Bapak Suci Paus Fransiskus telah mengangkat Paster Bernardus Bofitwos Baru, OSA sebagai Uskup Timika yang baru," demikian isi surat dari Nunsius Apostolik.
Pastor Bernardus Bofitwos Baru, yang lahir di Maybrat, Papua Barat, saat ini menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur Abepura. Pengangkatannya sebagai Uskup Timika diharapkan membawa semangat baru bagi umat Katolik di wilayah tersebut, setelah kekosongan yang cukup lama sejak berpulangnya mendiang Mgr. Jhon Philip Saklil.
Umat Keuskupan Timika menyambut gembira pengangkatan Uskup baru ini, dan berharap Pastor Bernardus Bofitwos Baru dapat menjalankan tugas penggembalaannya dengan baik.
Artikel Terkait
Simak Data Peningkatan Umat dan Uskup di Dunia
Kata Paus Soal Peran Gereja Tentanga Pasangan
Audiensi Paus: Refleksi Harapan Kristiani dalam Dunia yang Membutuhkan
Paus Meminta Umat Katolik Berdevosi Untuk Perdamaian Dunia.
Paus Fransiskus Tiba di Indonesia, Langsung Menuju Kedutaan Vatikan
Misa Dipimpin Paus Besok Lokasi GBK, Kemenag Imbau Televisi Siarkan Azan Magrib dalam Bentuk ‘Running Text’
Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia "Menampar" Warga yang Suka Flexing Kemewahan
Figurezone : Sosok Paus Fransiskus dan Kesederhanaannya
Paus Fransiskus Dalam Kondisi Kritis, Umat Katolik Cemas Menanti Perkembangan
Kondisi Paus Fransiskus Sudah Mulai Stabil, Walaupun Masih Kritis
Paus Fransiskus Tidur Nyenyak Setelah Krisis Pernapasan, Kondisinya Masih Kompleks
Seruan Uskup Manado: Prapaskah 2025, Saatnya Bumi dan Manusia Berdamai!