Figure, Sulut Zone -- Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia sungguh menyita perhatian publik yang beberapa minggu ini hanya disajikan drama politik terkait pencalonan kepala daerah.
Perhatian warganet bukan hanya terkait kehadrian petinggi Umat Katolik dan Vatikan tersebut, namum kesederhanaan yang dipertunjukan bagi umat dan bangsa Indonesia.
Misi kebersamaan dan keberagaman yang dibawah Paus Fransiskus ketika menginjakan kaki di bumi Nusantara ini, disempurnakan dengan gaya Paus yang jahu dari kesan mewah.
Mari kita mengenal lebih sosok Jorge Mario Bergoglio atau Paus Fransiskus, paus pertama Amerika yang berasal dari Argentina.
Baca Juga: Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia Menampar Warga yang Suka Flexing Kemewahan
Hidup untuk Belajar
Paus Fransiskus lahir di Buenos Aires pada 17 Desember 1936, seorang putra dari orang tua yang merupakan imigran Italia.
Ayahnya yang bernama Mario adalah seorang akuntan yang bekerja di perusahaan kereta api, sementara sang ibu bernama Regina Sivori adalah seorang istri yang berdedikasi untuk membesarkan lima anaknya.
Paus Fransiskus menyelesaikan studi humaniora di Chili dan kembali ke Argentina, untuk lulus dengan gelar filsafat dari Colegio de San José di San Miguel, pada tahun 1963.
Selain itu, Paus Fransiskus juga sempat belajar teologi dan memperoleh gelar dari Colegio San José pada tahun 1970.
Paus yang juga dikenal dengan nama Pope Francis ini melanjutkan pendidikannya antara tahun 1970 dan 1971 di Universitas Alcalá de Henares, Spanyol. Dua tahun berlalu, Paus Fransiskus akhirnya mengucapkan kaul kekal atau perjanjian selamanya, bersama para Yesuit pada tahun 1973.
Paus Fransiskus menjadi magister novis di Villa Barilari, Argentina. Selanjutnya, diangkat menjadi Provinsial Jesuit, jabatan yang dipegangnya selama enam tahun. Untuk menyelesaikan tesis doktoralnya, Paus Fransiskus berangkat ke Jerman pada tahun 1986.
Selanjutnya, Paus Fransiskus menuju ke Gereja Jesuit, sebagai pembimbing rohani dan bapa pengakuan di Kota Córdoba. Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya sebagai Uskup Tituler Auca dan Uskup Pembantu Buenos Aires sejak tahun 1992.
Artikel Terkait
Satlantas Talaud Gelar Baksos Religi di Masjid dan Gereja
Dialog Interaktif “Cerdas Memilih”, KPU Sulut Sasar Pemilih Pemilu Melalui
HUT Ke-79 Tahun TNI AL, Lanal Talaud Gelar Berbagai Kegiatan
Belum Memenuhi Syarat, KPU Talaud Beri Waktu 3 Hari Bapaslon Lakukan Perbaikan
Rayakan HUT Bhayangkara ke-69 Tahun, Satlantas Talaud Bagikan Bansos ke Warga
KPU Sulut Hadiri Diskusi "Muda Bicara Politik" di Fisip Unsrat
TPS Loksus Pengungsi Gunung Ruang Jadi Fokus Khusus KPU Sulut
Wah! Tidak Lolos Tes Jasmani dan Narkoba, Petrus Simon Tuange Batal Jadi Calon Wakil Bupati Talaud 2024?
Terkait Kepemimpinan E2L-MAP di Talaud, Moktar Arunde Parapaga: Kita Hanya Sampai 26 Oktober 2024
Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia "Menampar" Warga yang Suka Flexing Kemewahan