Sulutzone.com - Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti dugaan mark up atau penggelembungan harga dalam program wakaf mushaf Al-Quran di Tanah Suci.
Kontroversi ini bermula dari tudingan yang diutarakan oleh Randy Pernama melalui akun Instagram @paparich666, pada pekan lalu.
Sebelumnya, Randy menyoroti selisih keuntungan yang dinilai lebih besar daripada harga modal yang dikeluarkan oleh Taqy Malik.
Kini, Taqy Malik menanggapi tudingan melakukan mark up yang dituduhkan oleh Randy Permana.
Melalui unggahan video dalam Instagram Story pribadinya @taqy_malik, pada Rabu, 18 Februari 2026, Taqy membagikan momen saat dirinya bertanya langsung kepada seorang pedagang mushaf di area depan Masjid Nabawi, Madinah.
"Saya lagi nanya iseng sama abang (penjual) yang di depan Nabawi, berapa harga mushaf sekarang," ujar Taqy.
"Dia bilang '80 Riyal'. Bukan saya yang bilang, kan lucu dipelintir dan diframing bilang saya menjual 80 Riyal," terangnya.
Nilai Lebih Rendah Ketimbang Harga Eceran
Terlihat dalam video yang dibagikan Taqy di Instagram, pedagang menyebutkan harga satu mushaf adalah 80 Riyal.
Taqy menjadikan postingan tersebut sebagai bukti untuk menepis isu dirinya yang ia mematok harga tak wajar demi keuntungan pribadi.
Selebgram itu menegaskan, nominal Rp330.000 yang ia bebankan kepada jemaah justru lebih rendah dibanding harga eceran di lokasi yang terekam dalam videonya.
"Kalian hitung sendiri, 80 Riyal itu dikonversi ke Rupiah menjadi Rp360.000, sedangkan saya jual Rp330.000," ungkap Taqy.
Beda dengan Pengalaman Randy Permana
Secara terpisah, Randy sempat menyindir harga 80 Riyal dalam program wakaf Al-Quran yang dibagikan oleh Taqy Malik di media sosial.
Dalam unggahan Instagram @paparich666, pada 12 Februari 2026, Randy menceritakan pengalamannya terkait harga pasaran mushaf di Makkah dan Madinah jauh di bawah angka yang disebutkan oleh Taqy.
Artikel Terkait
BREAKING NEWS: Sempat Hilang Kontak, Dua Pendaki Asal Bitung Berhasil Dievakuasi dari Hutan Gunung Empung
Menjaga "Pintu Utara" NKRI: Polsek Miangas Talaud Gencarkan Patroli Dialogis
BNN Dorong Pelarangan Total Vape di Indonesia, Ini Alasannya
Rutinitas Tak Biasa Anak SD di Tolikara Papua demi Berangkat ke Sekolah: Harus Tunggu Pesawat Melintas Dulu
Ramai Dugaan Jukir di Tanah Abang Patok Tarif Rp100 Ribu per Kendaraan, Wagub DKI Sebut Wajar karena Setahun Sekali
Cerita Polisi saat Endus Aroma Alkohol dari Sopir Bus PO Harapan Jaya hingga Penumpang Dioper ke Kendaraan Lain demi Keselamatan
Upgrade Hunian Nyaman dan Sehat untuk Jurnalis: Promedia Group dan Alduro Ganti Atap Rumah Wartawan Gratis yang Masih Pakai Asbes dan Seng
Dugaan Pencurian yang Menyasar Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi, Pelaku Sambar Dompet Lalu Ngacir Pakai Motor
Sempat Jadikan Boneka sebagai Teman, Bayi Monyet Punch Akhirnya Diterima pada Lingkungan Sosialnya di Ichikawa City Zoo
Belum 3 Bulan usai Bencana di 2025, Bupati Tapteng Kini Ungkap Wilayahnya Kembali Dilanda Banjir dan Longsor