Kisah Mochtar Riady: Dari Anak Pedagang Batik Menjadi Sang "The Magic Man of Bank Marketing"

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 3 Februari 2026 | 13:43 WIB
Mochtar Riady (Dok. Ist)
Mochtar Riady (Dok. Ist)

SULUTZONE.COM -- Mochtar Riady bukan sekadar nama besar dalam dunia bisnis Indonesia; ia adalah simbol ketekunan dan visi yang tajam. Sebagai pendiri Lippo Group, Mochtar berhasil mengubah cita-cita masa kecilnya yang sederhana menjadi sebuah imperium bisnis bernilai triliunan rupiah yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari tempat tinggal, kesehatan, hingga pendidikan.

1. Awal Kehidupan dan Mimpi yang Tak Biasa

Lahir pada tahun 1929 di Malang, Jawa Timur, Mochtar Riady tumbuh di tengah keluarga migran asal Tiongkok. Ayahnya adalah seorang pedagang batik. Namun, alih-alih ingin meneruskan usaha kain sang ayah, Mochtar kecil justru jatuh hati pada dunia perbankan.

Ketertarikannya pada bank bukan karena pemahaman ekonomi yang rumit, melainkan karena hal yang sangat manusiawi: penampilan. Ia kagum melihat para bankir yang selalu berpakaian rapi, terlihat sibuk, dan tampak jauh lebih necis dibandingkan pedagang biasa. Citra itulah yang menjadi bahan bakar ambisinya selama berpuluh-puluh tahun.

2. Perjalanan Merantau dan Keajaiban di Bank Kemakmuran

Setelah menikah, Mochtar sempat membantu mertuanya mengurus toko di Jember. Namun, ambisinya terlalu besar untuk menetap di sana. Pada tahun 1954, ia memutuskan merantau ke Jakarta demi mengejar mimpi menjadi bankir.

Langkah awalnya dimulai dengan membangun relasi. Keberuntungan menghampiri ketika ia mendengar ada sebuah bank kecil, Bank Kemakmuran, yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Meski tanpa latar belakang pendidikan perbankan atau akuntansi, Mochtar memberanikan diri melamar. Secara mengejutkan, ia diterima dan langsung dipercaya menjabat sebagai Direktur.

"Di masa awal, ia sempat kesulitan membaca data akuntansi. Namun, didorong oleh rasa cinta pada pekerjaan impiannya, Mochtar belajar siang dan malam hingga akhirnya ia diakui sebagai bankir yang tangan dingin."

3. Membangun Kejayaan: Dari BCA hingga Lippo Group

Reputasi Mochtar sebagai spesialis "penyehat bank" membawanya ke puncak karier. Pada tahun 1975, ia bergabung dengan Bank Central Asia (BCA) dan berhasil membesarkannya menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.

Namun, kepuasan tertingginya baru tercapai pada tahun 1981 saat ia mulai membangun jalannya sendiri:

  • Akuisisi: Ia membeli saham Bank Perniagaan Indonesia.

  • Pertumbuhan Eksponensial: Di bawah kendalinya, aset bank melonjak hingga 1.500%.

  • Kelahiran Lippo: Melalui merger dengan Bank Umum Asia, lahirlah Lippo Bank, yang menjadi fondasi utama konglomerasi Lippo Group.

Baca Juga: Tajir Sejak Menjabat Kabid, Intip Kekayaan Kadis PUPR Sulut Deicy Paath yang Tembus Rp3,2 Miliar Tanpa Hutang

4. Gurita Bisnis Lippo Group

Kini, Lippo Group telah bertransformasi dari sekadar institusi keuangan menjadi raksasa multisektor:

Sektor Unit Bisnis Utama Keterangan
Properti PT Lippo Karawaci Mengelola lebih dari 60 mall (Lippo Mall Puri, Kemang, dll).
Ritel Matahari Dept. Store Diakuisisi pada 2009, menjadi pemimpin ritel fesyen tanah air.
Kesehatan Siloam Hospitals Jaringan rumah sakit swasta terbesar, kini dipimpin cucunya, Caroline Riady.
Pendidikan Yayasan Pelita Harapan Menaungi 45 sekolah dan 3 universitas, termasuk UPH.

5. Kekayaan dan Filantropi

Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires, kekayaan bersih Mochtar Riady dan keluarga mencapai US$3,9 miliar (sekitar Rp64,85 triliun). Meski pada Oktober 2025 dilaporkan mengalami penurunan nilai aset sekitar 3,11%, posisinya tetap kokoh sebagai salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh di tanah air.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketua Bemnus Tolak Pilkada Dipilih DPRD

Senin, 26 Januari 2026 | 11:58 WIB
X