SULUTZONE.COM -- Mochtar Riady bukan sekadar nama besar dalam dunia bisnis Indonesia; ia adalah simbol ketekunan dan visi yang tajam. Sebagai pendiri Lippo Group, Mochtar berhasil mengubah cita-cita masa kecilnya yang sederhana menjadi sebuah imperium bisnis bernilai triliunan rupiah yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari tempat tinggal, kesehatan, hingga pendidikan.
1. Awal Kehidupan dan Mimpi yang Tak Biasa
Lahir pada tahun 1929 di Malang, Jawa Timur, Mochtar Riady tumbuh di tengah keluarga migran asal Tiongkok. Ayahnya adalah seorang pedagang batik. Namun, alih-alih ingin meneruskan usaha kain sang ayah, Mochtar kecil justru jatuh hati pada dunia perbankan.
Ketertarikannya pada bank bukan karena pemahaman ekonomi yang rumit, melainkan karena hal yang sangat manusiawi: penampilan. Ia kagum melihat para bankir yang selalu berpakaian rapi, terlihat sibuk, dan tampak jauh lebih necis dibandingkan pedagang biasa. Citra itulah yang menjadi bahan bakar ambisinya selama berpuluh-puluh tahun.
2. Perjalanan Merantau dan Keajaiban di Bank Kemakmuran
Setelah menikah, Mochtar sempat membantu mertuanya mengurus toko di Jember. Namun, ambisinya terlalu besar untuk menetap di sana. Pada tahun 1954, ia memutuskan merantau ke Jakarta demi mengejar mimpi menjadi bankir.
Langkah awalnya dimulai dengan membangun relasi. Keberuntungan menghampiri ketika ia mendengar ada sebuah bank kecil, Bank Kemakmuran, yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Meski tanpa latar belakang pendidikan perbankan atau akuntansi, Mochtar memberanikan diri melamar. Secara mengejutkan, ia diterima dan langsung dipercaya menjabat sebagai Direktur.
"Di masa awal, ia sempat kesulitan membaca data akuntansi. Namun, didorong oleh rasa cinta pada pekerjaan impiannya, Mochtar belajar siang dan malam hingga akhirnya ia diakui sebagai bankir yang tangan dingin."
3. Membangun Kejayaan: Dari BCA hingga Lippo Group
Reputasi Mochtar sebagai spesialis "penyehat bank" membawanya ke puncak karier. Pada tahun 1975, ia bergabung dengan Bank Central Asia (BCA) dan berhasil membesarkannya menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.
Namun, kepuasan tertingginya baru tercapai pada tahun 1981 saat ia mulai membangun jalannya sendiri:
-
Akuisisi: Ia membeli saham Bank Perniagaan Indonesia.
-
Pertumbuhan Eksponensial: Di bawah kendalinya, aset bank melonjak hingga 1.500%.
-
Kelahiran Lippo: Melalui merger dengan Bank Umum Asia, lahirlah Lippo Bank, yang menjadi fondasi utama konglomerasi Lippo Group.
4. Gurita Bisnis Lippo Group
Kini, Lippo Group telah bertransformasi dari sekadar institusi keuangan menjadi raksasa multisektor:
| Sektor | Unit Bisnis Utama | Keterangan |
| Properti | PT Lippo Karawaci | Mengelola lebih dari 60 mall (Lippo Mall Puri, Kemang, dll). |
| Ritel | Matahari Dept. Store | Diakuisisi pada 2009, menjadi pemimpin ritel fesyen tanah air. |
| Kesehatan | Siloam Hospitals | Jaringan rumah sakit swasta terbesar, kini dipimpin cucunya, Caroline Riady. |
| Pendidikan | Yayasan Pelita Harapan | Menaungi 45 sekolah dan 3 universitas, termasuk UPH. |
5. Kekayaan dan Filantropi
Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires, kekayaan bersih Mochtar Riady dan keluarga mencapai US$3,9 miliar (sekitar Rp64,85 triliun). Meski pada Oktober 2025 dilaporkan mengalami penurunan nilai aset sekitar 3,11%, posisinya tetap kokoh sebagai salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh di tanah air.
Artikel Terkait
Tokoh Pemuda Langowan Apresiasi Damkar Standby, Reagan Rombot: Ini Langkah Nyata Lindungi Warga
Tekan Angka Pelanggaran Lalin di 2026, Polres Minahasa Gelar Pasukan
Kodim 1302/Minahasa Dukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Minahasa
Wujudkan Kamseltibcarlantas, Wakapolres Talaud Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Samrat-2026
Satgas Pamputer Kabaruan Talaud Terjang Ombak, Cari Nelayan Hilang di Perbatasan RI-Filipina
Polsek Kabaruan Gelar Patroli Mobile, Wujudkan Rasa Aman di Talaud
HUT ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Upacara Adat Tulude 2026 Berjalan Lancar, PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik
Warga Damau Bowone Hilang Saat Melaut, Satgas Pamputer Posad Kabaruan Kerahkan Tim Pencarian
BPJN Sulut Sikapi Hati-hati Rencana Tukar Guling Jalan Nasional dengan PT TTN dan PT MSM
Ramadan 2026, MBG Dipastikan Tetap Jalan di Sekolah hingga Skema Pembagian Khusus pada Pondok Pesantren