Viral Konten “At Least GMIM Banget”, Penatua Remaja Melki Nender: Gereja Siap Terima Kritik, Namun Harus Bijak Berkonteks

photo author
Jimmy Memah, Sulut Zone
- Rabu, 11 Maret 2026 | 11:40 WIB
Pnt. Melki Nender anggota KPRS  (Jmy)
Pnt. Melki Nender anggota KPRS (Jmy)

MINAHASA – Belakangan ini media sosial ramai dengan berbagai konten bertajuk “at least GMIM banget” yang menampilkan berbagai fenomena kehidupan bergereja di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Konten tersebut banyak beredar di platform seperti TikTok dan Instagram, bahkan menjadi perbincangan hangat di kalangan jemaat, khususnya generasi muda.


Istilah “at least GMIM banget” sering digunakan untuk menggambarkan kebiasaan, tradisi, maupun hal-hal yang dianggap khas dalam kehidupan bergereja di GMIM. Sebagian warganet menganggapnya sebagai konten humor dan hiburan, namun ada juga yang menilai bahwa konten tersebut mengandung kritik terhadap dinamika yang terjadi di dalam gereja.


Menanggapi viralnya fenomena tersebut, Penatua Remaja sekaligus anggota Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS), Melki Nender, menyampaikan bahwa gereja pada dasarnya tidak menutup diri terhadap kritik yang bersifat membangun.

Baca Juga: 'Harga Mati'! Pesan Menohok Gubernur Yulius Selvanus Saat Sambangi Kotomobagu
“Kalau konten itu merupakan bentuk kritik terhadap kehidupan bergereja, maka gereja tentu harus siap menyikapinya dengan sikap terbuka. Kritik bisa menjadi bahan evaluasi agar pelayanan gereja semakin baik,” ujar Nender.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa kebebasan dalam membuat konten di media sosial perlu disertai dengan tanggung jawab dan kebijaksanaan.


“Kita hidup di era digital di mana semua orang bisa membuat konten. Tapi penting juga untuk bijak dalam berkonten, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman ataupun kesan yang kurang baik terhadap gereja,” tambahnya.


Menurut Nender, generasi muda gereja memiliki peran penting dalam menggunakan media sosial sebagai sarana yang positif, seperti menyampaikan pesan iman, memperkuat nilai kebersamaan, serta menjadi ruang kreativitas yang tetap membangun.


Ia berharap fenomena viral ini bisa menjadi momentum bagi semua pihak, baik jemaat maupun generasi muda, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial sekaligus menjadikannya sarana refleksi bagi kehidupan bergereja di tengah perkembangan zaman.

Jimmy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jimmy Memah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ditengah Pergumulan : Kekuatan GMIM Hanya Doa

Senin, 22 Juni 2026 | 11:42 WIB
X