Apakah KPSG Saat Ini Anti Pemerintah? Benarkah Rio Dondokambey Belum Pernah Bertemu Gubernur Sulut?

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Rabu, 8 April 2026 | 16:40 WIB
Ketua KPSG GMIM, Rio Dondokambey (Tengah)  (Dok. Istmewa/trendsulut.com)
Ketua KPSG GMIM, Rio Dondokambey (Tengah) (Dok. Istmewa/trendsulut.com)

MANADO – Setahun sudah Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menakhodai Sulawesi Utara sejak dilantik Maret 2025 lalu. Namun, ada satu pemandangan yang tak kunjung terlihat di "Gedung Putih" Kantor Gubernur: kehadiran Ketua Pemuda Sinode GMIM, Rio Dondokambey.

​Absennya Rio dalam kapasitasnya sebagai orang nomor satu di Pemuda GMIM untuk beraudiensi secara resmi memicu tanda tanya besar.

Hingga memasuki April 2026, jejak digital pertemuan formal antara keduanya nyaris nihil.

Kondisi ini pun melahirkan spekulasi di tengah publik: Apakah KPSG GMIM sekarang memilih jalan berseberangan atau "Anti-Pemerintah"?

Isu "Titip Undangan" yang Bikin Heboh

​Sinyal mendinginnya hubungan ini makin terasa lewat kabar miring seputar agenda Selebrasi Paskah Pemuda GMIM 2026.

Alih-alih datang secara jantan beraudiensi untuk mengundang Gubernur, tersiar kabar bahwa Rio hanya menitipkan undangan tersebut melalui salah seorang ASN di lingkungan Pemprov Sulut.

​Meski kabar ini masih memerlukan klarifikasi langsung dari pihak KPSG maupun Rio sendiri, isu ini sudah menjadi konsumsi publik yang hangat.

Jika benar hanya sebatas "titipan", banyak pihak menilai ada etika protokoler yang terabaikan. Padahal, secara tradisi, organisasi sebesar Pemuda GMIM biasanya memiliki akses karpet merah untuk bertemu kepala daerah guna membahas sinergi pelayanan.

Baca Juga: PLN Sukses Kawal Keandalan Listrik Tanpa Kedip pada Selebrasi Paskah Pemuda GMIM 2026

Gengsi Politik atau Fokus di Senayan?

​Banyak pengamat menduga, keengganan Rio menginjakkan kaki di Kantor Gubernur tak lepas dari statusnya sebagai Anggota DPR RI dan dinamika politik pasca-Pilkada yang menempatkannya di kubu yang berbeda dengan Gubernur Yulius.

​Namun, publik tetap menyayangkan jika urusan pelayanan jemaat harus terhambat oleh sekat politik. Belum pernahnya Rio bertemu Gubernur dalam satu tahun terakhir seolah mengonfirmasi bahwa ada "tembok besar" yang sedang dibangun antara KPSG dan Pemerintah Sulut.

​Akankah ada langkah klarifikasi atau pertemuan formal dalam waktu dekat? Ataukah hubungan ini akan terus membeku hingga masa jabatan berakhir? Kita tunggu saja perkembangannya.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ditengah Pergumulan : Kekuatan GMIM Hanya Doa

Senin, 22 Juni 2026 | 11:42 WIB
X