TONDANO, SULUTZONE.COM – Sebuah gerakan massa yang menamakan diri sebagai bentuk solidaritas melawan pelecehan seksual dijadwalkan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di lingkungan Universitas Negeri Manado (Unima).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun media sosial @info_unima, aksi ini mengusung tagar #JusticeForEvi dan slogan "Diam Adalah Bentuk Kekerasan".
Aksi tersebut rencananya akan dilaksanakan pada:
- Hari/Tanggal: Senin, 5 Januari 2026
- Waktu: 09.00 WITA – Selesai
- Titik Kumpul: FIKKM
- Lokasi Aksi: Kantor Pusat Unima
- Dresscode: Pakaian Hitam
Panitia aksi secara terbuka mengundang seluruh elemen mulai dari mahasiswa, alumni, jurnalis, hingga masyarakat luas untuk bergabung dalam gerakan ini.
Tuntut Pemecatan Oknum Dosen dan Evaluasi Total
Dalam seruan aksi tersebut, terdapat tujuh poin tuntutan utama dan enam poin turunan yang akan disampaikan kepada pihak rektorat. Salah satu tuntutan paling krusial adalah mendesak pemecatan terhadap oknum dosen bernama Dany Masinambouw yang diduga sebagai pelaku kekerasan seksual.
Berikut adalah poin-poin tuntutan massa aksi:
- Pecat Dany Masinambouw, oknum dosen selaku pelaku kekerasan seksual.
- Mendesak UNIMA untuk mengusut kembali seluruh laporan/aduan kasus pelecehan seksual di kampus.
- Mendesak Polda Sulut untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan kasus EMM secara transparan.
- Pecat seluruh Tim Satgas PPKPT Unima.
- Copot pejabat terkait yang terbukti lalai dan membiarkan laporan kasus.
- Stop intimidasi terhadap jurnalis.
- Bubarkan BEM UNIMA dan BEM FIPP.
Soroti Masalah Internal Kampus
Selain isu pelecehan seksual, massa juga membawa isu turunan terkait tata kelola kampus, di antaranya tuntutan penghapusan praktik pungli dan gratifikasi, transparansi anggaran kemahasiswaan, hingga peningkatan kesejahteraan bagi pegawai kampus seperti Satpam dan petugas kebersihan (Cleaning Service).
"Kita turun bukan untuk membuat gaduh, tapi untuk (keadilan)," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Negeri Manado belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana aksi maupun poin-poin tuntutan yang dilayangkan oleh aliansi tersebut.
***
Artikel Terkait
Dana Miliaran Raib, Nasabah Malah Ditertawakan dan Diseret Keluar! Ada Apa dengan Bank Muamalat?
Babinsa Koramil 1312-01/Kabaruan Gelar Kegiatan Ibadah Mingguan Pertama Tahun 2026 Bersama Warga
Macan Tutul Jawa Nyaris Punah, Manusia Kini Bersiap Menanggung Akibatnya!
Suara Hati Bocah Aceh Tamiang di Balik Tragedi 1.167 Nyawa: Pak Prabowo, Bangun Kembali Sekolah dan Rumah Kami!
Punya Potensi Wisata Kesehatan Kelas Dunia, Gubernur Yulius Selvanus Komaling Optimis Sumaru Endo Bakal Jadi Kebanggaan Baru Sulut!
Mahfud MD Cium Aroma 'Kekacauan' Politik 2027? Desak UU Pemilu Segera Dirombak Total, Ini Alasannya!
Polresta Manado Luruskan Isu Viral Salah Paham Polri dan Komcad di Kombos Timur, Pastikan Sinergitas TNI-Polri Tetap Solid
Polresta Manado Klarifikasi Dugaan Tindakan Tidak Humanis di Sumompo, Oknum Resmob Diperiksa Propam
Jamin Keamanan Ibadah, Babinsa Koramil 06 Nanusa Kawal Persekutuan Minggu di Gereja Sion Marampit
Sinergitas TNI-Polri di Essang: Kawal Ibadah Minggu Perdana 2026 dengan Aman dan Kondusif