Besok, Massa Gelar Aksi Solidaritas Melawan Pelecehan Seksual di Kantor Pusat Unima

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Minggu, 4 Januari 2026 | 23:02 WIB
Flayer Ajakan Demo Kantor Rektorat Unima (Dok. Instagram Info_Unima)
Flayer Ajakan Demo Kantor Rektorat Unima (Dok. Instagram Info_Unima)

TONDANO, SULUTZONE.COM – Sebuah gerakan massa yang menamakan diri sebagai bentuk solidaritas melawan pelecehan seksual dijadwalkan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di lingkungan Universitas Negeri Manado (Unima).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun media sosial @info_unima, aksi ini mengusung tagar #JusticeForEvi dan slogan "Diam Adalah Bentuk Kekerasan".

​Aksi tersebut rencananya akan dilaksanakan pada:

  • ​Hari/Tanggal: Senin, 5 Januari 2026
  • ​Waktu: 09.00 WITA – Selesai
  • ​Titik Kumpul: FIKKM
  • ​Lokasi Aksi: Kantor Pusat Unima
  • ​Dresscode: Pakaian Hitam

​Panitia aksi secara terbuka mengundang seluruh elemen mulai dari mahasiswa, alumni, jurnalis, hingga masyarakat luas untuk bergabung dalam gerakan ini.

Tuntut Pemecatan Oknum Dosen dan Evaluasi Total

​Dalam seruan aksi tersebut, terdapat tujuh poin tuntutan utama dan enam poin turunan yang akan disampaikan kepada pihak rektorat. Salah satu tuntutan paling krusial adalah mendesak pemecatan terhadap oknum dosen bernama Dany Masinambouw yang diduga sebagai pelaku kekerasan seksual.

​Berikut adalah poin-poin tuntutan massa aksi:

  • ​Pecat Dany Masinambouw, oknum dosen selaku pelaku kekerasan seksual.
  • ​Mendesak UNIMA untuk mengusut kembali seluruh laporan/aduan kasus pelecehan seksual di kampus.
  • ​Mendesak Polda Sulut untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan kasus EMM secara transparan.
  • ​Pecat seluruh Tim Satgas PPKPT Unima.
  • ​Copot pejabat terkait yang terbukti lalai dan membiarkan laporan kasus.
  • ​Stop intimidasi terhadap jurnalis.
  • ​Bubarkan BEM UNIMA dan BEM FIPP.

Soroti Masalah Internal Kampus

​Selain isu pelecehan seksual, massa juga membawa isu turunan terkait tata kelola kampus, di antaranya tuntutan penghapusan praktik pungli dan gratifikasi, transparansi anggaran kemahasiswaan, hingga peningkatan kesejahteraan bagi pegawai kampus seperti Satpam dan petugas kebersihan (Cleaning Service).

​"Kita turun bukan untuk membuat gaduh, tapi untuk (keadilan)," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Negeri Manado belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana aksi maupun poin-poin tuntutan yang dilayangkan oleh aliansi tersebut.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X