Poin terakhir yang paling krusial adalah soal prospek negara Palestina yang merdeka.
Trump sempat menyatakan, jika rekonstruksi Gaza berhasil dan PA melaksanakan reformasi, maka ada kemungkinan pembicaraan soal kenegaraan.
Dengan demikian, masa depan Palestina hingga kini masih dinilai tergantung pada serangkaian syarat yang samar.
Pada akhirnya, proposal 20 poin ihwal perdamaian di Gaza yang diungkapkan Trump-Netanyahu kini membawa harapan baru, tetapi juga membuka sederet poin-poin kritis yang perlu ditindaklanjuti segera.***
Artikel Terkait
Danger! Sulawesi Utara Minim Pengamat Politik dan Pemerintahan
Sinergi PLN-TNI AL: Kapal Perang Koarmada II Kini 'Nyetrum', Hemat Anggaran Negara Hingga 56%
Inovasi SuperSUN PLN Terangi Empat Sekolah Dasar di Gorontalo, Bawa Semangat Baru Pendidikan
Momen Krusial: PLN Nyalakan Listrik 'Tanpa Kedip' di Perayaan HUT ke-61 Sulawesi Utara
Demo Sopir Dump Truck di DPRD Sulut : Sorotan Mafia Solar Mengarah ke Aparat, Kapolres Bitung Apa Kabar?
Aksi Sosial PMI Minut dan Masyarakat Kema 2
Potensi Ratusan Miliar Saldo Uang Elektronik 'Lenyap' Tanpa Jejak: Nasib Dana di Balik Kartu yang Tertelan ATM
Tampil Sebagai Saksi, Ketua PDI Perjuangan Sulut Dikuliti di Sidang Dana Hibah GMIM
Proyek Drainase Rp 1,96 Miliar di Manado Diduga 'Asal Jadi' di Tengah Genangan Air
Polisi Buru Rombongan Pemotor Tetiba Hentikan Bus di Tikungan Ciwidey, Aksi Salip-menyalip yang Dinilai Arogan