Sinergi PLN-TNI AL: Kapal Perang Koarmada II Kini 'Nyetrum', Hemat Anggaran Negara Hingga 56%

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 30 September 2025 | 06:45 WIB
Ilustrasi KRI Brawijaya-320, kapal perang yang menggunakan layanan khusus _onshore electric connection_ dari PLN saat bersandar di dermaga Koarmada II. Peralihan dari penggunaan genset BBM ke listrik akan meningkatkan efisiensi dan penghematan anggaran negara. (Foto: Puspen TNI).
Ilustrasi KRI Brawijaya-320, kapal perang yang menggunakan layanan khusus _onshore electric connection_ dari PLN saat bersandar di dermaga Koarmada II. Peralihan dari penggunaan genset BBM ke listrik akan meningkatkan efisiensi dan penghematan anggaran negara. (Foto: Puspen TNI).

Jakarta – Operasional kapal perang TNI AL di Dermaga Komando Armada (Koarmada) II Surabaya kini memasuki era baru yang lebih senyap, efisien, dan ramah lingkungan. Deru bising genset berbahan bakar solar resmi digantikan oleh layanan onshore electric connection dari PT PLN (Persero).

Kolaborasi strategis antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan TNI AL ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Markas Besar (Mabes) TNI AL, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (17/9).

Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto, menegaskan bahwa elektrifikasi dermaga ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan langkah strategis yang sejalan dengan penguatan pertahanan maritim dan efisiensi anggaran negara.

"Pemanfaatan jaringan listrik khusus untuk KRI yang bersandar di Dermaga Koarmada II adalah langkah tepat dalam rangka efisiensi dan penghematan anggaran negara," ujar Laksda Eko.

Baca Juga: Energi Positif! Wabup Talaud, Anisya Gretsya Bambungan Semarakkan PLN Mobile Charity Color Run 2025

Ia menambahkan, layanan ini jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan bahan bakar genset, sekaligus mendukung aspek lingkungan dan mengurangi beban logistik peralatan.

Pentingnya langkah ini semakin terasa mengingat Koarmada II bertanggung jawab menjaga kedaulatan laut dan kini diperkuat oleh kapal frigate terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320, yang menuntut dukungan energi yang modern dan efisien.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan manfaat konkret dari layanan ini. Menurut perhitungan, negara dapat menghemat hingga 56% biaya per kapal dibandingkan menggunakan genset solar, sekaligus memangkas emisi karbon.

"Pemanfaatan listrik PLN mampu mengurangi penggunaan solar hingga 56% saat kapal TNI AL bersandar," ungkap Adi, sembari menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan TNI AL.

Baca Juga: Sokong Ketahanan Pangan, PLN UID Suluttenggo Hadirkan Pertanian Modern Lewat 'Electrifying Agriculture' di Minsel

Adi juga menyoroti bagaimana PLN harus melakukan penyesuaian khusus untuk memenuhi kebutuhan kapal perang yang unik. Jika listrik rumah tangga dilayani dengan frekuensi 50 Hz dan tegangan 220 Volt, kapal perang Koarmada II memerlukan pasokan daya yang jauh lebih besar dan berbeda.

"Kebutuhan kapal ini unik, dayanya besar, 1.500 kW, dengan tegangan 690 Volt serta frekuensi 60 Hz. Karena itu, PLN harus menyesuaikan pelayanan secara khusus di sini," jelasnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut proyek perdana ini sebagai simbol diversifikasi layanan perusahaan. PLN kini memperluas perannya ke sektor pertahanan, mendukung misi besar Kementerian Pertahanan.

“Keberhasilan ini bukan sekadar capaian teknis, melainkan simbol sinergi antara BUMN, dalam hal ini PLN, dengan TNI AL. Kami bangga dapat mendukung misi besar menjaga kedaulatan maritim Indonesia,” tegas Darmawan.

Baca Juga: Cara PLN Rayakan HUT ke-61 Sulut : 61 Keluarga Prasejahtera Dapat Sambungan Listrik Gratis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X