Sokong Ketahanan Pangan, PLN UID Suluttenggo Hadirkan Pertanian Modern Lewat 'Electrifying Agriculture' di Minsel

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 29 September 2025 | 11:34 WIB
Sokong Ketahanan Pangan, PLN Salurkan Bantuan di Minsel (Istimewa)
Sokong Ketahanan Pangan, PLN Salurkan Bantuan di Minsel (Istimewa)

SULUTZONE.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (PLN UID Suluttenggo) kembali memperkuat komitmennya terhadap sektor pangan nasional. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN mendorong modernisasi pertanian dengan program Electrifying Agriculture di Desa Radey, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.

Bantuan ini secara spesifik diberikan kepada Kelompok Tani Anugrah untuk memanfaatkan listrik dalam berbagai proses pertanian, mulai dari pengairan hingga pengolahan lahan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kemandirian petani, sekaligus menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan.

Ketua Kelompok Tani Anugrah, Yoldi Kaat, menyambut bantuan ini dengan apresiasi tinggi. Ia menyebut PLN tidak hanya memberi bantuan, tetapi hadir dengan solusi nyata atas kesulitan yang mereka hadapi.

“Kami benar-benar terharu dan berterima kasih. PLN datang dengan solusi nyata. Sekarang kami bisa mendapatkan air dengan lebih mudah, menghemat biaya, dan mempercepat proses pengolahan lahan. Ini akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil panen kami,” ujar Yoldi penuh semangat.

Melalui penerapan teknologi pompanisasi listrik, target utama dari program ini adalah peningkatan volume produksi padi dan jagung. Diharapkan dalam satu hingga dua musim tanam ke depan, terjadi peningkatan hasil panen yang signifikan. Dampaknya tidak hanya pada ketahanan pangan lokal, tetapi juga berimbas langsung pada peningkatan pendapatan petani dan taraf hidup di komunitas tersebut.

Baca Juga: Cara PLN Rayakan HUT ke-61 Sulut : 61 Keluarga Prasejahtera Dapat Sambungan Listrik Gratis

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman, menjelaskan bahwa program TJSL ini adalah bagian dari strategi PLN untuk menciptakan dampak berkelanjutan.

“Melalui Electrifying Agriculture, PLN mendorong transformasi pertanian berbasis listrik. Kami ingin para petani bisa bekerja lebih efisien dan produktif dengan biaya yang lebih rendah. Ini sejalan dengan misi kami untuk menghadirkan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat,” tutur Usman.

PLN menyerahkan bantuan lengkap berupa instalasi sistem pengairan pertanian yang mencakup tong air, tower, pompa mesin, jaringan pipa, serta instalasi kelistrikan penuh. Bantuan teknis yang diberikan mencakup pengeboran sumur, instalasi listrik lengkap dengan Sertifikat Laik Operasi (SLO), dan penyambungan listrik daya 5500 VA, semua diberikan tanpa biaya.

Dukungan ini diharapkan membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian secara lebih mandiri dan modern. Program ini juga selaras dengan inisiatif pemerintah, seperti program makan bergizi gratis, yang membutuhkan pasokan pangan yang stabil dan berlimpah.

Electrifying Agriculture merupakan program andalan PLN yang bertujuan menciptakan sistem pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, demi mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X