Ia tinggal di sebuah rumah berdinding anyaman bambu berukuran 4x6 meter di Jalan Lombok, Bandung.
Kediamannya pernah diobrak-abrik oleh Belanda karena aktivitasnya sebagai anggota Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Ia akhirnya meninggal pada tahun 1959. Meski demikian, Soeratin meninggalkan warisan yang abadi, yaitu PSSI, organisasi yang ia dirikan atas dasar cinta kepada Indonesia.
Baca Juga: Mantan Hukum Tua Desa Rumengkor Satu Diduga Gelapkan Dana Desa 2017 - 2019
Hingga saat ini, namanya masih dikenang dalam dunia sepak bola nasional, terutama melalui Piala Suratin, kompetisi bola junior nasional.
Kisah hidup Soeratin adalah bukti bahwa sepak bola bukan sekedar olahraga, melainkan juga bisa menjadi media untuk mempersatukan bangsa.
Selamat jalan, Soeratin. Terima kasih atas dedikasi dan cintamu kepada sepak bola dan Indonesia.
Artikel Terkait
Ini Alasan Kenapa Vape Lebih Berbahaya Dari Rokok Biasa
Jarang Diketahui! inilah 5 Manfaat Konsumsi Pepaya Mentah Untuk Kesehatan
Salah Satunya Dapat Mencegah Kanker, Inilah 5 Manfaat Bengkoang Untuk Kesehatan Tubuh
Wajib Tahu! Ini 5 Barang di Rumah Yang Menjadi Sarang Bakteri
Inilah 5 Manfaat Daun Jeruk Purut Untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mencegah Kanker
Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Cuaca Dingin dan Hujan
Hati-hati! Inilah 8 Penyebab Burnout, Bisa Mengganggu Kehidupan Anda
Mitos Terpecahkan: Tidak Ada Hubungan Antara Nyamuk Wolbachia dan DBD
5000 Orang Terkena Flu Singapura, Simak Pencegahanya!
Mikroplastik Ternyata Ada Di Plasenta Bayi