BAGIAN 1: ANOMALI KEDAULATAN DI JANTUNG KEKUASAAN INGGRIS

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Kamis, 5 Februari 2026 | 00:32 WIB
Suasana City Of London (Dok. Wikipedia)
Suasana City Of London (Dok. Wikipedia)

Imperium di Dalam Imperium: Mengupas Kedaulatan Absolut City of London Corporation

 

Garis Perbatasan yang Tak Terlihat

Ketika Anda melintasi jalan dari Fleet Street menuju Ludgate Hill di London, Anda tidak hanya berpindah kecamatan. Anda sedang melintasi batas kedaulatan yang telah bertahan selama lebih dari seribu tahun. Di sana berdiri patung naga perak yang menjaga perbatasan, menandai wilayah seluas satu mil persegi yang secara teknis bukan bagian dari wilayah administratif London Raya. Inilah City of London, sebuah entitas yang sering disebut sebagai "The Square Mile".

Bagi masyarakat di Sulawesi Utara yang memahami struktur pemerintahan daerah, konsep City of London akan terdengar seperti fiksi ilmiah. Bayangkan jika pusat bisnis di Manado memiliki hukum, polisi, dan pemimpin yang tidak bisa diintervensi oleh Gubernur maupun Presiden. Itulah realitas City of London.

Bank Junction in 2023, viewed from 22 Bishopsgate
Bank Junction in 2023, viewed from 22 Bishopsgate (By Matt Brown - https://www.flickr.com/photos/londonmatt/53190379009/, CC BY 2.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=137709864)

Akar Sejarah—Londinium dan Janji William sang Penakluk

Sejarah City dimulai dari Londinium yang didirikan Romawi pada tahun 47 Masehi. Namun, titik balik kedaulatannya terjadi pada tahun 1066. Saat William sang Penakluk menyapu Inggris dalam Pertempuran Hastings, ia mendapati bahwa warga London telah membangun benteng yang sangat kuat.

William, yang dikenal kejam, justru memilih diplomasi. Ia mengeluarkan sebuah piagam pendek yang disebut William Charter. Isinya bukan perintah, melainkan janji: "Aku memberitahu kalian bahwa aku menghendaki kalian semua tetap memiliki hak-hak hukum yang kalian miliki di hari-hari Raja Edward."

Dokumen kecil ini adalah "kontrak sosial" pertama yang memisahkan City dari kekuasaan absolut monarki. Sejak saat itu, City of London memperlakukan diri mereka sebagai mitra raja, bukan bawahan. Inilah alasan mengapa hingga tahun 2026 ini, Raja Inggris masih harus melakukan upacara "minta izin" sebelum memasuki gerbang City.

Struktur Pemerintahan—Demokrasi atau Plutokrasi?

Di sini letak keanehan yang paling mendalam. City of London Corporation dipimpin oleh Lord Mayor of London (berbeda dengan Wali Kota London biasa). Sistem pemilihannya akan membuat aktivis demokrasi mana pun terperangah.

  1. Suara Warga vs Suara Korporasi: Di wilayah ini, bukan hanya manusia yang memilih. Perusahaan-perusahaan besar seperti Goldman Sachs, JP Morgan, dan firma hukum raksasa memiliki hak suara. Semakin banyak karyawan yang dimiliki sebuah perusahaan di Square Mile, semakin banyak suara yang bisa mereka berikan.

  2. Aldermen dan Common Council: Mereka yang memerintah di sini seringkali adalah para petinggi finansial. Ini menciptakan sebuah sistem di mana pembuat aturan (regulator) dan mereka yang diatur (bankir) adalah orang yang sama atau setidaknya duduk di meja makan yang sama setiap malam.

Kritikus sering menuduh ini sebagai Plutokrasi—pemerintahan oleh orang kaya. Namun, City menyebutnya sebagai "efisiensi pragmatis" yang menjaga London tetap menjadi pusat uang dunia.

Konspirasi atau Realita? "The Crown" yang Sebenarnya

Dalam banyak narasi konspirasi global, sering disebutkan istilah "The Crown". Banyak orang salah mengira ini merujuk pada Raja atau Ratu Inggris. Namun, dalam konteks hukum internasional tertentu, "The Crown" sering kali merujuk pada City of London Corporation.

Sebagai badan hukum tertua di Inggris, City memiliki kekayaan yang tidak tercatat dalam buku kas publik Inggris. Mereka memiliki dana yang disebut "City's Cash"—sebuah dana abadi rahasia yang dikumpulkan selama berabad-abad dari sewa tanah dan investasi. Dana ini digunakan untuk membiayai diplomasi global, lobi-lobi tingkat tinggi, dan menjaga agar kepentingan Square Mile tetap menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri Inggris.

Baca Juga: Socrates vs. Kaum Sofis: Perdebatan Abadi tentang Kebenaran

Kepolisian dan Peradilan yang Berbeda

City of London memiliki City of London Police. Mengapa sebuah distrik kecil membutuhkan kepolisian sendiri yang terpisah dari Metropolitan Police (Scotland Yard)? Jawabannya adalah spesialisasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

BAGIAN 2: SANG PENGUASA BAYANGAN DI JANTUNG PARLEMEN

Kamis, 5 Februari 2026 | 10:59 WIB

Sejarah Lengkap Suporter Hooligan

Senin, 16 Desember 2024 | 12:41 WIB

Beberapa Tokoh Dunia yang Lahir pada Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:19 WIB

Peristiwa dan Kejadian Penting Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:10 WIB

Hari HAM Sedunia

Selasa, 10 Desember 2024 | 09:36 WIB

Kejutan di Pearl Harbor: Ketika Dunia Terhenyak

Minggu, 8 Desember 2024 | 18:55 WIB

Marsinah: Aktivis Buruh yang Menginspirasi

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:30 WIB

Kisah Menyegarkan Coca Cola

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:14 WIB

Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.

Rabu, 8 Mei 2024 | 05:25 WIB
X