BAGIAN 2: SANG PENGUASA BAYANGAN DI JANTUNG PARLEMEN

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Kamis, 5 Februari 2026 | 10:59 WIB
City of London (Dok. Istimewa)
City of London (Dok. Istimewa)

Menyingkap Sosok "The Remembrancer": Satu-satunya Pelobi yang Memiliki Kursi di Parlemen Inggris

Kursi yang Tidak Seharusnya Ada

Di dalam gedung Istana Westminster, tempat Parlemen Inggris memperdebatkan nasib rakyatnya, terdapat sebuah kursi yang menjadi simbol kekuatan yang tak tertandingi oleh pemilih mana pun di dunia. Kursi itu bukan milik anggota House of Commons, bukan pula milik anggota House of Lords. Kursi itu diperuntukkan bagi The City Remembrancer.

Bagi masyarakat di Sulawesi Utara, bayangkan jika di dalam ruang sidang DPRD atau DPR RI, ada satu kursi permanen yang diduduki oleh utusan khusus dari perserikatan bankir atau pengusaha tambang, yang memiliki hak untuk membaca setiap draf undang-undang sebelum disahkan. Terdengar seperti distopia? Di Inggris, ini adalah realitas konstitusional yang telah berjalan selama 450 tahun.

City of London
City of London (Dok. Istimewa)

Asal-Usul Sang "Pengingat" (The History of Remembrancing)

Jabatan Remembrancer pertama kali diciptakan pada tahun 1571, di bawah pemerintahan Ratu Elizabeth I. Nama "Remembrancer" secara harfiah berarti "orang yang mengingatkan". Pada awalnya, tugasnya adalah mengingatkan Raja atau Ratu akan utang-utang mereka kepada City of London.

Namun, sejarah berubah. Seiring dengan pertumbuhan kekuatan finansial London, peran ini bermutasi. Dari sekadar "penagih utang", ia menjadi "penjaga gerbang". City of London Corporation menyadari bahwa untuk melindungi hak istimewa mereka, mereka tidak bisa hanya menunggu undang-undang dibuat; mereka harus berada di dalam ruangan saat undang-undang itu disusun.

Privilese Hukum yang Melampaui Demokrasi

Mengapa kehadiran Remembrancer dianggap sangat kontroversial oleh para kritikus seperti George Monbiot atau mantan anggota parlemen? Berikut adalah mekanisme kekuasaannya:

  1. Akses Tanpa Batas: Remembrancer adalah satu-satunya pelobi di dunia yang memiliki status hukum untuk duduk di area teknis House of Commons. Ia memiliki akses ke draf undang-undang (bills) jauh sebelum publik atau media mengetahuinya.

  2. Hak Intervensi: Jika ada undang-undang yang berkaitan dengan pajak, regulasi perbankan, atau properti yang dapat menyentuh kepentingan City of London, Remembrancer memiliki hak hukum untuk "memberikan saran" kepada kementerian terkait. Dalam bahasa diplomatik, ini adalah lobi; dalam bahasa realitas, ini adalah tekanan institusional.

  3. Bukan Pejabat Publik: Meskipun ia bekerja di dalam jantung pemerintahan, Remembrancer tidak bertanggung jawab kepada rakyat Inggris. Ia digaji sepenuhnya oleh City of London Corporation. Ia adalah agen swasta di dalam institusi publik.

Baca Juga: BAGIAN 1: ANOMALI KEDAULATAN DI JANTUNG KEKUASAAN INGGRIS

Kasus Riil—Bagaimana Mereka Menjaga Kekuasaan

Salah satu contoh nyata kekuatan Remembrancer terjadi saat pemerintah Inggris mencoba mereformasi sistem pemilihan lokal yang "aneh" di City (di mana perusahaan boleh memilih). Setiap kali reformasi demokrasi diajukan untuk menghapus suara korporasi, City melalui Remembrancer selalu berhasil memblokir atau memperlemah aturan tersebut dengan alasan "stabilitas pasar keuangan".

Contoh lainnya adalah regulasi perbankan pasca krisis 2008. Saat publik menuntut aturan yang lebih ketat bagi para bankir, kantor Remembrancer bekerja lembur di koridor parlemen untuk memastikan bahwa London tetap "kompetitif"—kode halus untuk mengatakan bahwa regulasi tidak boleh terlalu mencekik keuntungan para bankir di Square Mile.

"The Remembrancer" dan Konspirasi Global

Banyak teori konspirasi yang mengaitkan sosok ini dengan organisasi seperti Illuminati atau Freemasonry. Namun, realitanya justru lebih "menakutkan" karena bersifat legal dan terbuka. Kehadiran Remembrancer membuktikan bahwa City of London memiliki status yang setara dengan negara berdaulat.

Di banyak negara, pelobi harus mendaftarkan diri dan melaporkan setiap pertemuan dengan pejabat. Remembrancer tidak perlu melakukan itu. Ia adalah bagian dari struktur bangunan itu sendiri. Ini menciptakan sebuah sistem di mana kepentingan finansial global memiliki "garis telepon merah" langsung ke pusat legislasi Inggris.

Diplomasi Protokol—Lebih dari Sekadar Lobi

Selain tugas legislatif, Remembrancer juga mengatur diplomasi seremonial City. Ia memastikan bahwa Lord Mayor diperlakukan seperti kepala negara saat menjamu tamu-tamu internasional di Mansion House.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

BAGIAN 2: SANG PENGUASA BAYANGAN DI JANTUNG PARLEMEN

Kamis, 5 Februari 2026 | 10:59 WIB

Sejarah Lengkap Suporter Hooligan

Senin, 16 Desember 2024 | 12:41 WIB

Beberapa Tokoh Dunia yang Lahir pada Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:19 WIB

Peristiwa dan Kejadian Penting Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:10 WIB

Hari HAM Sedunia

Selasa, 10 Desember 2024 | 09:36 WIB

Kejutan di Pearl Harbor: Ketika Dunia Terhenyak

Minggu, 8 Desember 2024 | 18:55 WIB

Marsinah: Aktivis Buruh yang Menginspirasi

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:30 WIB

Kisah Menyegarkan Coca Cola

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:14 WIB

Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.

Rabu, 8 Mei 2024 | 05:25 WIB
X