Menyingkap Sosok "The Remembrancer": Satu-satunya Pelobi yang Memiliki Kursi di Parlemen Inggris
Kursi yang Tidak Seharusnya Ada
Di dalam gedung Istana Westminster, tempat Parlemen Inggris memperdebatkan nasib rakyatnya, terdapat sebuah kursi yang menjadi simbol kekuatan yang tak tertandingi oleh pemilih mana pun di dunia. Kursi itu bukan milik anggota House of Commons, bukan pula milik anggota House of Lords. Kursi itu diperuntukkan bagi The City Remembrancer.
Bagi masyarakat di Sulawesi Utara, bayangkan jika di dalam ruang sidang DPRD atau DPR RI, ada satu kursi permanen yang diduduki oleh utusan khusus dari perserikatan bankir atau pengusaha tambang, yang memiliki hak untuk membaca setiap draf undang-undang sebelum disahkan. Terdengar seperti distopia? Di Inggris, ini adalah realitas konstitusional yang telah berjalan selama 450 tahun.
Asal-Usul Sang "Pengingat" (The History of Remembrancing)
Jabatan Remembrancer pertama kali diciptakan pada tahun 1571, di bawah pemerintahan Ratu Elizabeth I. Nama "Remembrancer" secara harfiah berarti "orang yang mengingatkan". Pada awalnya, tugasnya adalah mengingatkan Raja atau Ratu akan utang-utang mereka kepada City of London.
Namun, sejarah berubah. Seiring dengan pertumbuhan kekuatan finansial London, peran ini bermutasi. Dari sekadar "penagih utang", ia menjadi "penjaga gerbang". City of London Corporation menyadari bahwa untuk melindungi hak istimewa mereka, mereka tidak bisa hanya menunggu undang-undang dibuat; mereka harus berada di dalam ruangan saat undang-undang itu disusun.
Privilese Hukum yang Melampaui Demokrasi
Mengapa kehadiran Remembrancer dianggap sangat kontroversial oleh para kritikus seperti George Monbiot atau mantan anggota parlemen? Berikut adalah mekanisme kekuasaannya:
-
Akses Tanpa Batas: Remembrancer adalah satu-satunya pelobi di dunia yang memiliki status hukum untuk duduk di area teknis House of Commons. Ia memiliki akses ke draf undang-undang (bills) jauh sebelum publik atau media mengetahuinya.
-
Hak Intervensi: Jika ada undang-undang yang berkaitan dengan pajak, regulasi perbankan, atau properti yang dapat menyentuh kepentingan City of London, Remembrancer memiliki hak hukum untuk "memberikan saran" kepada kementerian terkait. Dalam bahasa diplomatik, ini adalah lobi; dalam bahasa realitas, ini adalah tekanan institusional.
-
Bukan Pejabat Publik: Meskipun ia bekerja di dalam jantung pemerintahan, Remembrancer tidak bertanggung jawab kepada rakyat Inggris. Ia digaji sepenuhnya oleh City of London Corporation. Ia adalah agen swasta di dalam institusi publik.
Baca Juga: BAGIAN 1: ANOMALI KEDAULATAN DI JANTUNG KEKUASAAN INGGRIS
Kasus Riil—Bagaimana Mereka Menjaga Kekuasaan
Salah satu contoh nyata kekuatan Remembrancer terjadi saat pemerintah Inggris mencoba mereformasi sistem pemilihan lokal yang "aneh" di City (di mana perusahaan boleh memilih). Setiap kali reformasi demokrasi diajukan untuk menghapus suara korporasi, City melalui Remembrancer selalu berhasil memblokir atau memperlemah aturan tersebut dengan alasan "stabilitas pasar keuangan".
Contoh lainnya adalah regulasi perbankan pasca krisis 2008. Saat publik menuntut aturan yang lebih ketat bagi para bankir, kantor Remembrancer bekerja lembur di koridor parlemen untuk memastikan bahwa London tetap "kompetitif"—kode halus untuk mengatakan bahwa regulasi tidak boleh terlalu mencekik keuntungan para bankir di Square Mile.
"The Remembrancer" dan Konspirasi Global
Banyak teori konspirasi yang mengaitkan sosok ini dengan organisasi seperti Illuminati atau Freemasonry. Namun, realitanya justru lebih "menakutkan" karena bersifat legal dan terbuka. Kehadiran Remembrancer membuktikan bahwa City of London memiliki status yang setara dengan negara berdaulat.
Di banyak negara, pelobi harus mendaftarkan diri dan melaporkan setiap pertemuan dengan pejabat. Remembrancer tidak perlu melakukan itu. Ia adalah bagian dari struktur bangunan itu sendiri. Ini menciptakan sebuah sistem di mana kepentingan finansial global memiliki "garis telepon merah" langsung ke pusat legislasi Inggris.
Diplomasi Protokol—Lebih dari Sekadar Lobi
Selain tugas legislatif, Remembrancer juga mengatur diplomasi seremonial City. Ia memastikan bahwa Lord Mayor diperlakukan seperti kepala negara saat menjamu tamu-tamu internasional di Mansion House.
Artikel Terkait
Mega Prisilia Iroth Siap Maju dalam Pemilihan Kumtua Desa Sumarayar
Prabowo: “Sawit Tanaman Ajaib”. Strategi Ekonomi atau Ignorasi Lingkungan?
Pertajam Taring, Persija Jakarta Ikat Mauro Zijlstra dengan Kontrak Jangka Panjang
Perkuat Integritas, Dirut Lucky Senduk Lantik Pejabat Baru Perumda Pasar Manado di MBW
Seskab Teddy Bantah Isu Presiden Prabowo Gunakan Dua Pesawat Kepresidenan untuk Kunjungan Luar Negeri
Dino Patti Djalal: Prabowo Pilih Jalur Realistis, Board of Peace Jadi Opsi Tunggal untuk Damai di Gaza
Martsindy Rasuh Siap Bertarung di Pilhut Desa Rumengkor Satu, Usung Tagline "Kerja Nyata"
BAGIAN 1: ANOMALI KEDAULATAN DI JANTUNG KEKUASAAN INGGRIS
Wakapolres Kepulauan Talaud, Kompol Kretsman Mulalinda, S.Pd, MH Cek Ruang Tahanan Pastikan Keamanan Sesuai SOP
KPK Sita 3 Kg Emas dan Miliaran Rupiah dalam OTT Bea Cukai, Eks Direktur P2 Rizal Jadi Tersangka