KPK Sita 3 Kg Emas dan Miliaran Rupiah dalam OTT Bea Cukai, Eks Direktur P2 Rizal Jadi Tersangka

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Kamis, 5 Februari 2026 | 10:07 WIB
Gedung KPK (Ist)
Gedung KPK (Ist)

SULUTZONE.COM, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari lingkungan Kementerian Keuangan. Belum genap sepuluh hari menduduki jabatan barunya, Rizal, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatra Bagian Barat, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (4/2/2026).

Rizal, yang sebelumnya dikenal sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC, diamankan tim KPK di wilayah Lampung. Ironisnya, ia baru saja dilantik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 28 Januari 2026 lalu. Penangkapan ini diduga kuat berkaitan dengan praktik lancung dalam proses importasi barang ke wilayah Indonesia.

Emas Batangan dan Tumpukan Uang Disita

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya di Gedung Merah Putih, mengonfirmasi adanya penyitaan aset yang sangat fantastis dalam operasi kali ini. Rizal tidak ditangkap sendirian; sejumlah pihak di Kantor Pusat DJBC Jakarta juga ikut diamankan.

Baca Juga: Wakapolres Kepulauan Talaud, Kompol Kretsman Mulalinda, S.Pd, MH Cek Ruang Tahanan Pastikan Keamanan Sesuai SOP

“Untuk uang, senilai miliaran rupiah. Kemudian logam mulia itu ada mungkin sekitar tiga kilogram emas,” ungkap Budi Prasetyo kepada media.

KPK saat ini sedang mendalami rincian barang impor apa saja yang menjadi objek "permainan" dalam kasus ini. Namun, kehadiran barang bukti berupa emas batangan seberat 3 kg tersebut menjadi indikasi kuat betapa besarnya nilai komitmen fee atau suap yang terlibat dalam skandal ini.

Rekor Kelam di Awal Tahun 2026

Penangkapan Rizal mencatatkan rekor buruk bagi integritas birokrasi di tahun 2026. Ini merupakan OTT kelima yang dilakukan KPK hanya dalam kurun waktu dua bulan pertama tahun ini. Lebih memprihatinkan lagi, kasus ini adalah OTT ketiga yang terjadi secara spesifik di bawah naungan Kementerian Keuangan.

Baca Juga: BAGIAN 1: ANOMALI KEDAULATAN DI JANTUNG KEKUASAAN INGGRIS

Rentetan OTT di Kemenkeu tahun 2026:

9-10 Januari: OTT delapan orang oknum kementerian.

11 Januari: Suap pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara.

4 Februari: Skandal importasi di Bea Cukai yang menyeret Rizal.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X