Sejarah Lengkap Suporter Hooligan

photo author
Grandani Lontoh, Sulut Zone
- Senin, 16 Desember 2024 | 12:41 WIB
Potret Suporter Hooligan
Potret Suporter Hooligan

Sulut Zone - Istilah "hooligan" sendiri muncul pertama kali pada akhir abad ke-19 di Inggris. Awalnya, kata ini digunakan untuk merujuk pada sekelompok orang yang sering membuat onar dan kerusuhan. Namun, seiring berjalannya waktu, istilah ini semakin identik dengan kekerasan yang terjadi di kalangan suporter sepak bola.


Perkembangan Hooliganisme di Sepak Bola


Inggris: Sarang Hooliganisme
Inggris sering dianggap sebagai "rumah" bagi hooliganisme sepak bola. Pada tahun 1970-an dan 1980-an, kerusuhan antar suporter di stadion-stadion di Inggris menjadi pemandangan yang umum.


Penyebaran ke Eropa


Fenomena ini kemudian menyebar ke negara-negara Eropa lainnya, seperti Jerman, Italia, dan Belanda. Pertandingan-pertandingan besar antar klub seringkali diwarnai dengan aksi kekerasan antar suporter.
Indonesia: Masuknya Kultur Hooliganisme
Kultur hooliganisme juga masuk ke Indonesia, terutama di kalangan suporter sepak bola. Meskipun tidak separah di Eropa, namun aksi kekerasan antar suporter tetap menjadi masalah yang perlu diperhatikan.


Faktor Penyebab Hooliganisme


Rivalitas Antar Klub
Persaingan sengit antar klub sepak bola seringkali memicu emosi negatif di kalangan suporter, yang kemudian memanifestasikan diri dalam bentuk kekerasan.


Sosial Ekonomi
Kondisi sosial ekonomi yang buruk, seperti pengangguran dan kemiskinan, dapat mendorong individu untuk bergabung dengan kelompok hooligan sebagai bentuk pelampiasan.
Identitas Kelompok
Bagi sebagian orang, menjadi bagian dari kelompok hooligan memberikan rasa identitas dan kebersamaan yang kuat.


Pengaruh Media
Media massa, baik cetak maupun elektronik, seringkali menyoroti aksi kekerasan antar suporter, yang pada gilirannya dapat memicu aksi serupa.


Upaya Penanggulangan Hooliganisme

Peningkatan Keamanan Stadion
Peningkatan jumlah petugas keamanan, pemasangan kamera pengawas, dan pemisahan area duduk antar suporter merupakan beberapa upaya untuk mencegah terjadinya kerusuhan di stadion.
Pendidikan
Pendidikan tentang sportivitas dan pentingnya menjaga ketertiban menjadi kunci untuk mengubah perilaku suporter yang cenderung melakukan kekerasan.
Kerjasama Antar Pihak
Kerjasama antara klub, kepolisian, pemerintah, dan kelompok suporter sangat penting untuk mengatasi masalah hooliganisme.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Grandani Lontoh

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

BAGIAN 2: SANG PENGUASA BAYANGAN DI JANTUNG PARLEMEN

Kamis, 5 Februari 2026 | 10:59 WIB

Sejarah Lengkap Suporter Hooligan

Senin, 16 Desember 2024 | 12:41 WIB

Beberapa Tokoh Dunia yang Lahir pada Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:19 WIB

Peristiwa dan Kejadian Penting Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:10 WIB

Hari HAM Sedunia

Selasa, 10 Desember 2024 | 09:36 WIB

Kejutan di Pearl Harbor: Ketika Dunia Terhenyak

Minggu, 8 Desember 2024 | 18:55 WIB

Marsinah: Aktivis Buruh yang Menginspirasi

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:30 WIB

Kisah Menyegarkan Coca Cola

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:14 WIB

Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.

Rabu, 8 Mei 2024 | 05:25 WIB
X