Sosok Pendiri PSSI Menyatukan Indonesia Lewat Sepak Bola

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Sabtu, 20 April 2024 | 06:30 WIB
Para pendiri PSSI tahun 1938. Tampak Soeratin bersama pengurus lainnya (istimewa)
Para pendiri PSSI tahun 1938. Tampak Soeratin bersama pengurus lainnya (istimewa)

SulutZone.com -  Apakah Anda pernah bertanya-tanya, siapa sosok yang pertama kali memimpin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)?

Jawabannya adalah Soeratin Sosrosoegondo. Pria yang lahir di Yogyakarta pada 17 Desember 1898 ini adalah ketua umum pertama PSSI yang menjabat dari tahun 1930 hingga 1940.

Lebih dari itu, Soeratin juga merupakan salah satu pendiri PSSI. Soeratin bukanlah orang sembarangan.

Baca Juga: Ini Lirik Lagu Aki Tembo

Ia adalah anak dari seorang guru dan penulis buku, R. Soesrosoegondo. Seperti buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, Soeratin menunjukkan kecerdasannya dengan menyelesaikan pendidikan di bidang teknik sipil di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927.

Ia juga menikah dengan R.A. Srie Woelan, adik kandung dari Dr. Soetomo, pendiri Budi Utomo. Setelah menyelesaikan studinya, Soeratin kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan konstruksi milik Belanda, Sizten en Lausada.

Ia menjadi satu-satunya orang Indonesia yang memegang posisi tinggi di perusahaan tersebut. Selama berkarier di sana, Soeratin terlibat dalam berbagai proyek pembangunan gedung dan jembatan di Tegal dan Bandung.

Namun, kecintaannya terhadap Tanah Air dan sepak bola mendorongnya untuk melakukan lebih banyak hal.

Dalam upaya untuk melawan kolonialisme Belanda, Soeratin melihat sepak bola sebagai media yang efektif untuk mempersatukan kaum muda Indonesia.

Baca Juga: Simak 10 Kampus Top Rank di Sulawesi Utara

Ia pun bergerak secara diam-diam, bertemu dengan berbagai tokoh sepak bola di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Solo.

Tujuannya adalah untuk membentuk organisasi sepak bola nasional. Dengan semangat dan tekad yang kuat, pada 19 April 1930, PSSI pertama kali terbentuk.

Ketika itu, PSSI adalah singkatan dari Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia. Dalam Kongres PSSI di Solo tahun 1930, "Sepak Raga" diubah menjadi "Sepak Bola", dan Soeratin ditetapkan sebagai ketua umum PSSI.

Namun, kehidupan Soeratin tidak selalu penuh dengan gemilang. Di akhir hayatnya, ia harus berjuang dengan sakit dan kemiskinan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Sumber: PII

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

BAGIAN 2: SANG PENGUASA BAYANGAN DI JANTUNG PARLEMEN

Kamis, 5 Februari 2026 | 10:59 WIB

Sejarah Lengkap Suporter Hooligan

Senin, 16 Desember 2024 | 12:41 WIB

Beberapa Tokoh Dunia yang Lahir pada Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:19 WIB

Peristiwa dan Kejadian Penting Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:10 WIB

Hari HAM Sedunia

Selasa, 10 Desember 2024 | 09:36 WIB

Kejutan di Pearl Harbor: Ketika Dunia Terhenyak

Minggu, 8 Desember 2024 | 18:55 WIB

Marsinah: Aktivis Buruh yang Menginspirasi

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:30 WIB

Kisah Menyegarkan Coca Cola

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:14 WIB

Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.

Rabu, 8 Mei 2024 | 05:25 WIB
X