MELONGUANE, SULUTZONE.COM – Gelombang protes pecah di Kabupaten Kepulauan Talaud. Aliansi Masyarakat Singkaramonane Melonguane menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut keadilan atas dugaan penganiayaan brutal yang dilakukan sejumlah oknum anggota TNI AL terhadap seorang warga, Berkam Saweduling.
Aksi yang berlangsung pada Jumat (23/1/2026) siang ini bermula dari Monumen Yesus Raja Memberkati hingga menuju Markas Komando Lanal (Makolanal) Melonguane di Desa Mala Timur. Massa yang dipimpin tokoh adat dan tokoh masyarakat mengecam keras tindakan main hakim sendiri oleh oknum aparat di wilayah perbatasan utara NKRI tersebut.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Teguran di Pelabuhan
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (22/1/2026) malam di Pelabuhan Umum Melonguane. Korban, Berkam Saweduling, yang berprofesi sebagai guru, saat itu sedang memancing.
Ia kemudian menegur dan merekam aksi sekelompok oknum anggota Lanal yang diduga sedang mabuk dan membuat keributan. Tak terima ditegur, para pelaku tersulut emosi dan mengeroyok korban menggunakan benda tumpul hingga korban mengalami luka serius dan harus dilarikan ke RSUD Talaud di Mala.
Tiga Tuntutan Utama Massa
Dalam orasinya, massa menyampaikan tiga poin krusial kepada pimpinan TNI AL:
-
Meminta Presiden RI Prabowo Subianto turun tangan menindak tegas oknum TNI AL pelaku penganiayaan.
-
Mencopot Danlanal Melonguane jika para pelaku tidak ditindak tegas dalam waktu 1x24 jam.
-
Memindahkan Kapal Angkatan Laut (KAL) Pulau Karakelang dari Pelabuhan Melonguane.
"Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Kami menunggu kehadiran Danlanal dan petinggi TNI AL untuk menemui tokoh adat serta keluarga korban," tegas Godfried Timpua, tokoh adat sekaligus penanggung jawab aksi.
Respon Danlanal dan Pemerintah Daerah
Melalui sambungan telepon yang diperdengarkan kepada massa, Danlanal Melonguane Letkol Laut (P) Yogie Kuswara menyampaikan permohonan maaf yang mendalam.
"Saya akan tindak tegas personel tersebut secara transparan. Masyarakat bisa memantau prosesnya. Kami juga bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan korban," ujar Letkol Yogie yang saat kejadian sedang berada di luar daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya Gretsya Bambungan, yang hadir bersama massa, meminta warga tetap tenang dan tidak merusak aset negara.
"Saya memahami rasa sakit hati keluarga, tapi mohon jaga kondusifitas. Saya pribadi akan mendampingi kasus ini dan menyampaikan langsung tuntutan keluarga ke Komandan Lanal," kata Anisya.
Update Terkini: 5 Oknum Ditahan
Informasi terbaru menyebutkan bahwa sebanyak 5 oknum anggota Lanal Melonguane yang diduga terlibat kini telah ditahan di Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) untuk menjalani proses hukum.
Artikel Terkait
BPJN Sulut: MORR III Menjadi Kunci Pendukung KEK Bitung dan Solusi Logistik Manado
Kinerja BNI 2025 Lampaui Target, Fokus Garap Segmen UMKM di Tahun 2026
Ambisi Kia Garap Pasar EV Indonesia: Siapkan MPV Listrik dan Ekosistem Berkelanjutan
Go Global! BNI Persenjatai UMKM dengan Teknologi AI untuk Tembus Pasar Ekspor
Usung Tema Sinergitas, Pengurus DPD LPM Kota Tomohon Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
Gebrakan Dahsyat Gubernur Yulius Selvanus di Bolmong: Bawa Kabar Gembira yang Bikin Petani dan Masyarakat Sulut Sujud Syukur!
Janji Suci Terbayar Tuntas! Gubernur Yulius Selvanus Resmi Serahkan Ambulans Mewah untuk Umat Hindu Kembang Mertha, Rakyat Langsung Heboh!
Berikut adalah draf berita straight news (berita langsung) yang disusun dengan format formal, padat, dan informatif: Warga Talaud Kini Bisa Urus Pasp
Wujudkan Kota Bersih, Pemkab Talaud Ajak Warga Tanamkan Budaya Malu Buang Sampah Sembarangan
Mengintip Isi Garasi dan Aset Properti Kadis ESDM Sulut Fransiscus Maindoka, Total Kekayaan Tembus Rp1,17 Miliar