Soroti Ancaman Narkoba di Kalangan Pemuda, Miracle Sengkey Suarakan Gerakan Preventif

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Rabu, 15 Juli 2026 | 01:48 WIB
Miracle Sengkey Tampil di Acara Salah satu TV Nasional di Manado (Dok. Istimewa)
Miracle Sengkey Tampil di Acara Salah satu TV Nasional di Manado (Dok. Istimewa)

MANADO — Isu darurat narkotika di kalangan generasi muda Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan publik. Hal ini mengemuka setelah Ketua Gerakan Anti Narkoba Nusantara (Garda Nusantara) Sulawesi Utara, Miracle Megumi Sengkey, hadir sebagai narasumber utama dalam program dialog "Sapa Manado" yang disiarkan oleh salah satu tv nasional di Manado, Rabu (15/7).

Dalam dialog interaktif yang dipandu oleh jurnalis Davis Pinontoan tersebut, Miracle secara blak-blakan membedah ancaman riil zat adiktif yang kini mengintai produktivitas kawula muda di bumi Nyiur Melambai.

Ancaman "Lingkaran Setan": Dari Candu Menuju Kriminalitas

Sebagai aktivis muda yang aktif mengamati dinamika sosial, Miracle menekankan bahwa dampak narkoba tidak boleh lagi dilihat sebatas pada kerusakan fisik individu, melainkan sebagai pemicu masalah keamanan yang lebih luas.

Ia memaparkan skema runtuhnya masa depan pemuda akibat narkoba melalui beberapa fase kritis:

  1. Kerusakan Fisik & Mental: Melemahnya daya pikir dan kesehatan penggunanya.

  2. Kebangkrutan Finansial: Sifat adiktif narkoba memaksa pengguna menghabiskan harta demi memuaskan ketergantungan.

  3. Pemicu Kriminalitas: Ketika aset pribadi habis, dorongan candu yang kuat memaksa individu melakukan tindakan melanggar hukum seperti penipuan, pencurian, hingga kekerasan.

"Jika harta sudah habis terkuras, potensi terjadinya tindak kejam demi mendapatkan barang haram tersebut akan meningkat pesat. Ini yang kita sebut sebagai efek domino sosial," papar mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) tersebut.

Menggeser Paradigma: Fokus Total pada Pencegahan

Di tengah gempuran peredaran gelap narkoba, Garda Nusantara Sulut mengambil posisi tegas dengan memperkuat benteng pertahanan paling hulu, yaitu pencegahan (preventif).

Di bawah kepemimpinan Miracle, organisasi ini berkomitmen mengalihkan energi pemuda ke arah yang positif melalui dua pilar gerakan:

  • Penguatan Literasi Hukum & Medis: Mengedukasi pelajar dan mahasiswa mengenai konsekuensi hukum serta kerusakan klinis akibat narkoba melalui seminar berkala.

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Membina jaringan komunikasi yang kuat di kalangan komunitas pemuda untuk menciptakan lingkungan yang saling menjaga (peer support group).

Sinergi untuk Masa Depan Sulut

Selain memimpin gerakan anti-narkoba, Miracle—yang juga aktif dalam organisasi kepemudaan sebagai Bendahara Tidar Sulut—mengingatkan bahwa menyelamatkan generasi muda adalah investasi jangka panjang daerah.

Ia mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tidak bersikap apatis dan menganggap remeh masalah ini.

"Narkoba adalah musuh bersama kita semua. Tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum saja. Kita harus bersama-sama merapatkan barisan, bergandengan tangan, dan berani bersuara untuk menolak keras barang haram ini demi masa depan Sulawesi Utara yang gemilang," pungkasnya di akhir dialog.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X