MANADO — Isu darurat narkotika di kalangan generasi muda Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan publik. Hal ini mengemuka setelah Ketua Gerakan Anti Narkoba Nusantara (Garda Nusantara) Sulawesi Utara, Miracle Megumi Sengkey, hadir sebagai narasumber utama dalam program dialog "Sapa Manado" yang disiarkan oleh salah satu tv nasional di Manado, Rabu (15/7).
Dalam dialog interaktif yang dipandu oleh jurnalis Davis Pinontoan tersebut, Miracle secara blak-blakan membedah ancaman riil zat adiktif yang kini mengintai produktivitas kawula muda di bumi Nyiur Melambai.
Ancaman "Lingkaran Setan": Dari Candu Menuju Kriminalitas
Sebagai aktivis muda yang aktif mengamati dinamika sosial, Miracle menekankan bahwa dampak narkoba tidak boleh lagi dilihat sebatas pada kerusakan fisik individu, melainkan sebagai pemicu masalah keamanan yang lebih luas.
Ia memaparkan skema runtuhnya masa depan pemuda akibat narkoba melalui beberapa fase kritis:
-
Kerusakan Fisik & Mental: Melemahnya daya pikir dan kesehatan penggunanya.
-
Kebangkrutan Finansial: Sifat adiktif narkoba memaksa pengguna menghabiskan harta demi memuaskan ketergantungan.
-
Pemicu Kriminalitas: Ketika aset pribadi habis, dorongan candu yang kuat memaksa individu melakukan tindakan melanggar hukum seperti penipuan, pencurian, hingga kekerasan.
"Jika harta sudah habis terkuras, potensi terjadinya tindak kejam demi mendapatkan barang haram tersebut akan meningkat pesat. Ini yang kita sebut sebagai efek domino sosial," papar mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) tersebut.
Menggeser Paradigma: Fokus Total pada Pencegahan
Di tengah gempuran peredaran gelap narkoba, Garda Nusantara Sulut mengambil posisi tegas dengan memperkuat benteng pertahanan paling hulu, yaitu pencegahan (preventif).
Di bawah kepemimpinan Miracle, organisasi ini berkomitmen mengalihkan energi pemuda ke arah yang positif melalui dua pilar gerakan:
-
Penguatan Literasi Hukum & Medis: Mengedukasi pelajar dan mahasiswa mengenai konsekuensi hukum serta kerusakan klinis akibat narkoba melalui seminar berkala.
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Membina jaringan komunikasi yang kuat di kalangan komunitas pemuda untuk menciptakan lingkungan yang saling menjaga (peer support group).
Sinergi untuk Masa Depan Sulut
Selain memimpin gerakan anti-narkoba, Miracle—yang juga aktif dalam organisasi kepemudaan sebagai Bendahara Tidar Sulut—mengingatkan bahwa menyelamatkan generasi muda adalah investasi jangka panjang daerah.
Ia mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tidak bersikap apatis dan menganggap remeh masalah ini.
"Narkoba adalah musuh bersama kita semua. Tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum saja. Kita harus bersama-sama merapatkan barisan, bergandengan tangan, dan berani bersuara untuk menolak keras barang haram ini demi masa depan Sulawesi Utara yang gemilang," pungkasnya di akhir dialog.
Artikel Terkait
Garda Terdepan Era Digital, Polda Sulut Latih Personel Humas Kuasai Fotografi & Videografi Berbasis AI
Belly Memah Sampaikan Pesan Perpisahan dan Terima Kasih Usai Berakhirnya Masa Jabatan Hukum Tua Amongena 1
Pangdam XIII/Merdeka dan Forkopimda Bolmong Gelar Panen Raya Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Tancap Gas! Baru Sehari Menjabat, Kapolres Talaud AKBP Dwi Yatmoko Langsung Kumpulkan Personel
Sederet Instruksi Tegas Kapolres Talaud AKBP Dwi Yatmoko Saat Pimpin Apel Perdana
HUT ke-403 Kota Manado: Andrei Angouw Ajak Masyarakat Bersinergi Wujudkan 'Manado JUARA, Maju dan Sejahtera'
Muharram Berkah 1448 H: YBM PLN UP3 Gorontalo Berbagi Kebahagiaan Lewat Kado Muharram dan Khitan Massal bagi Anak Yatim dan Dhuafa
PLN UP3 Luwuk Perkuat Ekosistem Green Energy Melalui Program TJSL, Bekali Siswa SMKN 2 Luwuk Kompetensi Konversi Kendaraan Listrik
Gubernur Yulius Selvanus Hadiri Paripurna DPRD Sulut, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Transparan dan Berkelanjutan
HUT Kota Manado: Direktur Utama Bank SulutGo Sampaikan Pesan Hangat dan Komitmen Sinergi Berkelanjutan