Kinerja BNI 2025 Lampaui Target, Fokus Garap Segmen UMKM di Tahun 2026

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Jumat, 23 Januari 2026 | 12:26 WIB
BNI Wilayah 11 Manado (Dok. Istimewa)
BNI Wilayah 11 Manado (Dok. Istimewa)

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melaporkan bahwa realisasi kinerja sepanjang tahun 2025 berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).

Seluruh indikator utama, mulai dari penyaluran kredit hingga Dana Pihak Ketiga (DPK), menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Direktur BNI, Ronny Venir, menegaskan bahwa operasional perseroan tetap berada dalam koridor yang sehat. Ia optimistis tren pertumbuhan ini akan berlanjut ke tahun 2026.

"Alhamdulillah, target yang ditetapkan di RBB 2025 sesuai. Mudah-mudahan 2026 juga bisa tumbuh lagi. Seluruh lini masih bertumbuh, baik DPK, fee-based income, maupun penyaluran kredit," ujar Ronny di sela-sela acara penyerahan dana korban scam di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Butuh Pasokan Listrik Sementara untuk Acara atau Proyek? Pesan lewat PLN Mobile Lebih Mudah dan Aman

Kualitas Aset Tetap Terjaga

Meskipun mencatatkan ekspansi, BNI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari kualitas aset yang semakin membaik:

  • NPL Gross: Terjaga di bawah level 2%.

  • CKPN: Berada pada level yang sangat memadai, yakni di atas 200%.

  • Penyaluran Kredit: Tumbuh 10,5% (YoY) hingga mencapai Rp812,2 triliun (per kuartal III/2025).

Hingga September 2025, BNI secara konsolidasi membukukan laba bersih sebesar Rp15,12 triliun. Meskipun terdapat tantangan pada beban bunga, pendapatan bunga bersih perseroan tetap terjaga didukung oleh permodalan yang solid dengan rasio CAR di level 21,1%.

Baca Juga: Perkuat Kinerja dan Soliditas di Wilayah Perbatasan, General Manager PLN UID Suluttenggo Kunjungi PLN UP3 Tahuna

Strategi Pertumbuhan 2026

Memasuki tahun 2026, BNI berencana memperkuat penetrasi di segmen pembiayaan perumahan dan program strategis pemerintah. Produk seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Daerah Maju dan Produktif (KDMP) diproyeksikan menjadi pendorong utama pendapatan.

Ronny menambahkan, jika pada 2025 penyaluran kredit didominasi oleh segmen korporasi, maka untuk tahun ini dan ke depan, BNI melihat peluang besar pada segmen UMKM.

"Penyaluran kredit pasti akan bertumbuh. Walaupun kemarin lebih banyak di korporasi, kami pikir kredit UMKM akan mengambil peran lebih banyak untuk pertumbuhan masa depan," tutup Ronny.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X