JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melaporkan bahwa realisasi kinerja sepanjang tahun 2025 berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).
Seluruh indikator utama, mulai dari penyaluran kredit hingga Dana Pihak Ketiga (DPK), menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Direktur BNI, Ronny Venir, menegaskan bahwa operasional perseroan tetap berada dalam koridor yang sehat. Ia optimistis tren pertumbuhan ini akan berlanjut ke tahun 2026.
"Alhamdulillah, target yang ditetapkan di RBB 2025 sesuai. Mudah-mudahan 2026 juga bisa tumbuh lagi. Seluruh lini masih bertumbuh, baik DPK, fee-based income, maupun penyaluran kredit," ujar Ronny di sela-sela acara penyerahan dana korban scam di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Butuh Pasokan Listrik Sementara untuk Acara atau Proyek? Pesan lewat PLN Mobile Lebih Mudah dan Aman
Kualitas Aset Tetap Terjaga
Meskipun mencatatkan ekspansi, BNI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari kualitas aset yang semakin membaik:
-
NPL Gross: Terjaga di bawah level 2%.
-
CKPN: Berada pada level yang sangat memadai, yakni di atas 200%.
-
Penyaluran Kredit: Tumbuh 10,5% (YoY) hingga mencapai Rp812,2 triliun (per kuartal III/2025).
Hingga September 2025, BNI secara konsolidasi membukukan laba bersih sebesar Rp15,12 triliun. Meskipun terdapat tantangan pada beban bunga, pendapatan bunga bersih perseroan tetap terjaga didukung oleh permodalan yang solid dengan rasio CAR di level 21,1%.
Strategi Pertumbuhan 2026
Memasuki tahun 2026, BNI berencana memperkuat penetrasi di segmen pembiayaan perumahan dan program strategis pemerintah. Produk seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Daerah Maju dan Produktif (KDMP) diproyeksikan menjadi pendorong utama pendapatan.
Ronny menambahkan, jika pada 2025 penyaluran kredit didominasi oleh segmen korporasi, maka untuk tahun ini dan ke depan, BNI melihat peluang besar pada segmen UMKM.
"Penyaluran kredit pasti akan bertumbuh. Walaupun kemarin lebih banyak di korporasi, kami pikir kredit UMKM akan mengambil peran lebih banyak untuk pertumbuhan masa depan," tutup Ronny.
Artikel Terkait
Pendakwah Salim A Fillah Pamit dari Wilayah Bencana Aceh, Setelah Upayanya Bangun Jembatan untuk Akses 7 Desa hingga Sekolah Darurat
Sebuah Truk Gagal Taklukkan Tanjakan Yapan Depok, Kecelakaan Beruntun Dicegah Mobil Fortuner yang Berada di Belakangnya
Sudah 19 Tahun Lamanya Aksi Kamisan di Depan Istana Negara, Musisi Baskara Putra Nilai Tuntutan Kasus HAM Perlu Terus Disuarakan
Rayakan Natal dan Tahun Baru 2026, Polres Talaud Perkuat Komitmen Pelayanan Humanis di Beranda Utara NKRI
Bukan Sekadar Tugas, Koptu Eman Manein Bangun Ikatan Kekeluargaan dengan Nelayan Desa Rainis Talaud
Hadir di Tengah Rakyat, Babinsa Koramil 06 Nanusa Gencarkan Komsos di Marampit
Untuk Mendorong Customer Centricity dan Transformasi Berkelanjutan, IFG Perkuat Tata Kelola
Jaksa Geledah Kantor Kesbangpol dan Bawaslu Kotamobagu Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp1,7 miliar
Evaluasi Kinerja 2025, Wali Kota Andrei Angouw Tekan PDAM Manado Perbaiki Kualitas Layanan
BPJN Sulut: MORR III Menjadi Kunci Pendukung KEK Bitung dan Solusi Logistik Manado