MANADO, SULUTZONE.COM – Transparansi harta kekayaan pejabat publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan.
Salah satu yang menarik perhatian adalah profil kekayaan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Daerah Provinsi Sulut, Fransiscus Maindoka.
Berdasarkan data terbaru Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 14 Maret 2025 (untuk periode 2024), Fransiscus tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp1.172.336.130. Laporan dengan nomor NHK 521558 ini telah dinyatakan memiliki status verifikasi administratif lengkap oleh KPK.
Rincian Aset: Didominasi Tanah Luas dan Kendaraan Mewah
Melihat lebih dalam pada laporan terbarunya, kekayaan Fransiscus sebagian besar tertanam pada aset tidak bergerak. Ia tercatat memiliki tanah dan bangunan dengan total nilai Rp950.000.000.
Aset properti tersebut tersebar di dua wilayah strategis:
-
Kabupaten Minahasa: Tanah seluas 1.732 m² senilai Rp550 juta dan tanah beserta bangunan seluas 996 m²/64 m² senilai Rp250 juta.
-
Kabupaten Minahasa Selatan: Tanah dan bangunan dengan luas fantastis mencapai 15.360 m²/15.360 m² senilai Rp150 juta.
Seluruh aset properti tersebut tercatat sebagai hasil sendiri. Selain tanah, Fransiscus juga memiliki koleksi kendaraan di garasinya senilai Rp550.000.000, yang terdiri dari mobil Honda Jazz tahun 2020 dan Toyota Innova Reborn tahun 2022. Sementara itu, posisi kas dan setara kas miliknya tercatat sebesar Rp12.422.534.
Tren Kekayaan: Fluktuasi dari Sekretaris hingga Kepala Dinas
Jika ditarik garis waktu sejak tahun 2017, perjalanan kekayaan Fransiscus Maindoka menunjukkan grafik yang dinamis. Menariknya, puncak kekayaan Fransiscus terjadi pada akhir tahun 2023 sebelum akhirnya mengalami penurunan di tahun 2024 akibat adanya tanggungan utang.
Pada laporan 31 Desember 2023, kekayaannya sempat menyentuh angka Rp1.244.631.275. Namun, pada laporan terbaru Maret 2025, angka tersebut terkoreksi menjadi Rp1,17 miliar karena adanya catatan utang sebesar Rp340.086.404.
Berikut adalah rekam jejak kekayaan Fransiscus Maindoka dalam 8 tahun terakhir:
| Tahun Lapor | Jabatan | Total Kekayaan Bersih |
| 2024 (Terbaru) | Kepala Dinas ESDM | Rp1.172.336.130 |
| 2023 | Kepala Dinas ESDM | Rp1.244.631.275 |
| 2022 | Kepala Dinas ESDM | Rp791.979.526 |
| 2021 | Kepala Dinas ESDM | Rp784.285.737 |
| 2020 | Kepala Dinas ESDM | Rp717.200.000 |
| 2019 | Sekretaris Dinas ESDM | Rp717.200.000 |
| 2018 | Sekretaris Dinas ESDM | Rp717.200.000 |
| 2017 | Sekretaris Dinas ESDM | Rp645.000.000 |
Komitmen Transparansi Pejabat Sulut
Kenaikan signifikan terlihat saat Fransiscus mulai menjabat sebagai Kepala Dinas, di mana pada periode 2022 ke 2023 terjadi lonjakan aset yang cukup tajam sebelum akhirnya stabil di angka Rp1,1 miliar pada tahun 2024.
Kepatuhan dalam penyampaian LHKPN ini merupakan bentuk nyata komitmen pejabat di lingkup Pemprov Sulut terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance). Masyarakat dapat terus memantau perkembangan ini sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap penyelenggara negara.
(Redaksi SulutZone)
Artikel Terkait
Evaluasi Kinerja 2025, Wali Kota Andrei Angouw Tekan PDAM Manado Perbaiki Kualitas Layanan
BPJN Sulut: MORR III Menjadi Kunci Pendukung KEK Bitung dan Solusi Logistik Manado
Kinerja BNI 2025 Lampaui Target, Fokus Garap Segmen UMKM di Tahun 2026
Ambisi Kia Garap Pasar EV Indonesia: Siapkan MPV Listrik dan Ekosistem Berkelanjutan
Go Global! BNI Persenjatai UMKM dengan Teknologi AI untuk Tembus Pasar Ekspor
Usung Tema Sinergitas, Pengurus DPD LPM Kota Tomohon Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
Gebrakan Dahsyat Gubernur Yulius Selvanus di Bolmong: Bawa Kabar Gembira yang Bikin Petani dan Masyarakat Sulut Sujud Syukur!
Janji Suci Terbayar Tuntas! Gubernur Yulius Selvanus Resmi Serahkan Ambulans Mewah untuk Umat Hindu Kembang Mertha, Rakyat Langsung Heboh!
Berikut adalah draf berita straight news (berita langsung) yang disusun dengan format formal, padat, dan informatif: Warga Talaud Kini Bisa Urus Pasp
Wujudkan Kota Bersih, Pemkab Talaud Ajak Warga Tanamkan Budaya Malu Buang Sampah Sembarangan