Longsor Cisarua Bandung Barat: 8 Orang Tewas, 82 Hilang, Diduga Akibat Alih Fungsi Lahan

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:58 WIB
Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)
Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

sulutzone.com -- Duka mendalam menyelimuti Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bencana tanah longsor dahsyat yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, telah meluluhlantakkan pemukiman warga dan memakan puluhan korban jiwa yang hingga kini masih dalam pencarian.

Berdasarkan data terbaru, material longsor berupa tanah dan bebatuan besar dari lereng gunung menimbun sedikitnya 20 rumah di Kampung Babakan RT 05 RW 11. Dari puluhan rumah tersebut, dilaporkan hanya satu rumah yang masih berdiri utuh, sementara sisanya rata dengan tanah.

Baca Juga: Tragedi Longsor Cisarua Bandung Barat: 82 Orang Hilang, Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan

Update Korban: 8 Meninggal, 82 Masih Hilang

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa dari total 113 warga yang terdampak, proses evakuasi terus dipacu di tengah medan yang sulit.

"Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan di tenda darurat. Namun, 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian," ujar Herman saat meninjau lokasi, Sabtu (24/1/2026).

Dugaan Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu

Herman membeberkan temuan awal terkait penyebab bencana ini. Diduga kuat, perubahan fungsi lahan di kawasan hulu menjadi faktor utama rapuhnya pertahanan tanah saat dihantam hujan deras.

Kawasan yang dulunya merupakan hutan dengan tanaman keras berakar kuat, kini telah berubah menjadi perkebunan sayur atau palawija.

"Saat hujan deras turun, adanya aliran air memicu terbentuknya bendung alam dari batu dan kayu yang kemudian jebol. Inilah yang diduga memicu banjir bandang disertai longsor," jelas Herman. Meski demikian, pihak Pemprov Jabar akan tetap melakukan kajian mendalam bersama tim ahli.

Medan Curam dan Licin Hambat Evakuasi

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengakui bahwa proses pencarian korban menghadapi tantangan berat. Kondisi medan di Desa Pasirlangu yang curam dan licin menyulitkan alat berat serta tim SAR gabungan untuk bergerak cepat.

"Material longsor menutup hampir seluruh area permukiman. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja ekstra di lapangan. Kami berharap seluruh korban bisa segera ditemukan," kata Asep.

Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian Sabtu 24 Januari 2026: Antam, Galeri 24, dan UBS Melejit!

Penanganan Pengungsi

Untuk menjamin keselamatan warga, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menyiapkan lokasi penampungan sementara di wilayah Desa Pasirlangu. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya longsor susulan, mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi.

"Warga yang rumahnya terdampak maupun yang berada di zona bahaya sudah dialihkan ke tempat penampungan sementara. Saya dan Camat Cisarua sudah memastikan kesiapan logistik di sana," pungkas Asep.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus melakukan pendataan dan operasi kemanusiaan di titik nol bencana.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X