Bangunan itu menjadi tempat tinggal Iyam yang hanya dengan satu kamar yang ditutupi dengan atap darurat.
"Mengapa saya harus meninggalkan negara saya? Anda ingin mengirim saya ke Mesir atau Yordania?" ujar Iyam.
"Tidak, kami tidak akan menerimanya, kami akan mendirikan tenda dan apa pun yang Anda lakukan, kami tidak akan meninggalkan negara kami. Kami tidak peduli dengan ancaman Trump atau ancaman Netanyahu," tandasnya.
Artikel Terkait
Jensen Huang: Mengapa Kita Semua Harus Punya Tutor AI untuk Menghadapi Masa Depan!
Perang Dagang AS-China Jilid Kedua: Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia dan Peluang yang Bisa Dimanfaatkan
Perang Dagang Memanas! China Balas AS dengan Target Google, Tesla, dan Merek Fesyen Terkenal
Rencana Trump Bangun Kembali Gaza yang Hancur Akibat Perang, Bakal Jadi 'Mar-A-Lago' versi Timur Tengah?