Pada Mei lalu, otoritas Kerajaan Saudi mengungkapkan bahwa Raja Salman menderita infeksi paru-paru, suhu tinggi dan nyeri sendi.
Baca Juga: Keberhasilan Giant Sea Wall di Jepang Amankan Desa Kecil dari Tsunami
Sang raja pun menjalani program pengobatan yang melibatkan antibiotik.
Tak lama setelah itu, Riyadh mengumumkan bahwa Raja Salman telah pulih.
Terakhir kali Raja Salman memimpin rapat kabinet pada 24 September lalu.
Baca Juga: Skandal Politik: Mantan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, Ditetapkan Tersangka Kasus Penyuapan
Hal ini menunjukkan bahwa sang raja masih aktif menjalankan tugas pemerintahannya, meskipun harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk infeksi paru-paru.
Raja Salman pernah menjabat sebagai Gubernur Riyadh selama beberapa dekade dan juga sebagai Menteri Pertahanan.
Pemerintahannya ditandai dengan reformasi sosial dan ekonomi yang ambisius, yang sebagian besar dikelola oleh putranya.
***
Artikel Terkait
Hamas Menyikapi Pernyataan Kontroversial Presiden AS Joe Biden
Menteri Agus Harimurti Yudhoyono Berbagi Kisah Keberhasilan Presiden Joko Widodo Dihadapan Bank Dunia
AIDP Diluncurkan pada AHM Meeting ke-16, Perkuat Kesiapsiagaan Pandemi dan Pertahanan Penyakit Menular Melalui Udara
Aruba: Surga Tropis dengan Sejarah Kaya dan Pesona Menakjubkan
Konflik Gaza Meluas: Yerusalem, Tepi Barat, dan Lebanon Terlibat
Skandal Politik: Mantan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, Ditetapkan Tersangka Kasus Penyuapan
Keberhasilan Giant Sea Wall di Jepang Amankan Desa Kecil dari Tsunami
Menyoroti Serbuan Rudal Iran ke Israel yang Bikin AS Marah Besar dan Tekan ‘Sirine’ Balas Dendam
Raja Charles III Akhirnya Makan Siang, Demi Kesehatan dan Atas Permintaan Sang Ratu
Turki Evakuasi Ribuan Warganya dari Lebanon di Tengah Konflik Israel-Hizbullah