Hamas Menyikapi Pernyataan Kontroversial Presiden AS Joe Biden

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Senin, 13 Mei 2024 | 22:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat memberikan pernyataan beberapa waktu lalu. (Ist)
Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat memberikan pernyataan beberapa waktu lalu. (Ist)

INTERNASIONAL, SULUT ZONE -- Kelompok Hamas memberikan respons tajam terhadap pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengenai gencatan senjata di Jalur Gaza.

Biden menyinggung kemungkinan terwujudnya gencatan senjata jika Hamas membebaskan para sandera yang masih ditahan.

Respons Hamas terhadap pernyataan ini tidak lantas mengejutkan: mereka mengecam Biden atas apa yang disebut sebagai "kemunduran" dalam perundingan gencatan senjata.

Baca Juga: Serangan Ukraina di Belgorod: Tragedi Gedung Apartemen Rusia

Pernyataan Hamas yang diutarakannya melalui berbagai sumber media, termasuk AFP dan Al Arabiya, menyoroti kekecewaan mereka terhadap sikap Presiden AS yang dianggap melanggar hasil perundingan sebelumnya.

Mereka menilai bahwa pernyataan Biden mengarah pada penolakan terhadap proposal mediator, yang sebelumnya telah disetujui oleh Hamas.

Biden mengeluarkan pernyataan kontroversialnya saat menghadiri acara penggalangan dana di luar Seattle, Washington, pada Sabtu (11/5).

Baca Juga: Kontroversi Diplomatik: Panggilan untuk Pengusiran Diplomat China dari Filipina

Dalam acara tersebut, dia memberikan tanggapan mengenai perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, setelah sebelumnya menghindari topik tersebut dalam tiga kesempatan sebelumnya.

Presiden AS menegaskan bahwa kemungkinan gencatan senjata bisa terjadi dalam waktu dekat jika Hamas bersedia membebaskan para sandera yang menjadi tawanan sejak serangan pada Oktober tahun sebelumnya.

Biden menyatakan keyakinannya bahwa gencatan senjata dapat dimulai "besok" jika syarat tersebut dipenuhi.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN AHY Berdiskusi Santai Dengan Mahasiswa Indonesia di New York

Ancaman Biden terhadap Israel juga menjadi sorotan.

Dia menegaskan bahwa AS dapat menghentikan pasokan senjata, terutama peluru artileri, jika Israel terus melakukan invasi besar-besaran ke Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X