Kontroversi Diplomatik: Panggilan untuk Pengusiran Diplomat China dari Filipina

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Senin, 13 Mei 2024 | 16:56 WIB
Eduardo Ano, Penasihat keamanan national Filipina (Ist)
Eduardo Ano, Penasihat keamanan national Filipina (Ist)

INTERNASIONAL, SULUT ZONE -- Dalam suasana ketegangan yang memuncak antara Filipina dan China di Laut China Selatan, seorang pejabat tinggi Filipina telah mengeluarkan seruan tegas untuk mengusir diplomat-diplomat China dari negara tersebut.

Seruan ini muncul setelah terungkapnya dugaan kebocoran percakapan telepon yang melibatkan seorang diplomat China dan seorang laksamana Filipina, yang membahas konflik di wilayah tersebut.

Eduardo Ano, penasihat keamanan nasional Filipina, mengecam tindakan Kedutaan Besar China di Manila yang diduga terlibat dalam penyebaran informasi yang menyesatkan dan disinformasi untuk memperkeruh situasi antara kedua negara.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN AHY Berdiskusi Santai Dengan Mahasiswa Indonesia di New York

Ano menegaskan perlunya sanksi yang tegas terhadap tindakan provokatif semacam itu.

Pernyataan Ano merujuk pada laporan tentang percakapan telepon yang menunjukkan laksamana Filipina memberikan persetujuan terhadap kesepakatan dengan China terkait perselisihan di Laut China Selatan.

Meskipun Reuters belum dapat memverifikasi transkrip percakapan yang dipublikasikan oleh Manila Times, hal ini telah menciptakan kegaduhan dalam hubungan diplomatik antara kedua negara.

Baca Juga: Respons Santai Militer Israel Terhadap Penangguhan Pengiriman Bom AS di Tengah Kekhawatiran Invasi ke Rafah, Gaza

Ano juga mendukung seruan Menteri Pertahanan untuk mengambil tindakan hukum terhadap para pejabat Kedutaan Besar China yang diduga terlibat dalam rekaman percakapan ilegal.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas hukum dan protokol diplomatik dalam menanggapi insiden ini.

Namun, respons dari China tidak mengejutkan.

Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor Melanda Brasil Selatan, Korban Tewas Mencapai 56 Orang

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebut seruan dari Ano sebagai provokasi dan meminta agar diplomat-diplomat China di Manila dapat melanjutkan tugas mereka tanpa gangguan.

Permintaan China untuk menjaga ketenangan dan menghindari eskalasi konflik juga disuarakan dengan tegas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X