SULUTZONE -- Skandal politik yang mengguncang Korea Selatan kembali terkuak.
Mantan Presiden Moon Jae In, yang memimpin negara tersebut dari 2017 hingga 2022, kini ditetapkan sebagai tersangka kasus penyuapan.
Kasus ini bermula dari dugaan perlakuan istimewa yang diberikan kepada mantan menantunya, Seo, yang mendapatkan pekerjaan di sebuah maskapai penerbangan.
Dugaan penyuapan ini muncul setelah Divisi 3 Kantor Kejaksaan Distrik Jeonju membuka penyelidikan pada tahun 2020.
Penyelidikan ini didasari oleh empat pengaduan yang diajukan oleh Partai People Power dan kelompok ormas Justice People terkait perekrutan Seo di Thai Eastar Jet.
Partai People Power, yang merupakan partai oposisi, menuding bahwa Seo mendapatkan pekerjaan di Thai Eastar Jet sebagai imbalan atas penunjukan mantan anggota parlemen Lee Sang-jik sebagai Kepala Badan UKM dan Startup Korsel (KOSME).
Baca Juga: Tokito Oda: Dari Mimpi di Paris hingga Menjadi Inspirasi bagi Anak-Anak
Lee, yang merupakan anggota partai Moon, Democratic Party, menjabat sebagai Presiden KOSME pada Maret 2018, beberapa bulan sebelum Seo bergabung dengan unit Eastar di Thailand pada Juli 2018.
Kejanggalan dalam pengangkatan Seo semakin mencuat karena kurangnya pengalamannya di industri penerbangan, ditambah dengan kondisi keuangan Thai Eastar Jet yang sedang terpuruk.
Hal ini memicu kecurigaan bahwa kantor kepresidenan terlibat dalam pengangkatan Seo.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Masih Akan Bela Timnas Portugal Lebih Lama atau Pensiun ?
Dugaan penyuapan semakin kuat setelah jaksa menemukan bukti bahwa Presiden Moon dan istrinya menghentikan dukungan finansial terhadap putri mereka, Moon Da Hye, yang merupakan mantan istri Seo, setelah Seo diterima bekerja di Thai Eastar Jet.
Jaksa meyakini bahwa penghentian dukungan finansial tersebut merupakan bentuk suap untuk Moon.
Selama bekerja di Thai Eastar Jet, Seo mendapatkan gaji dan tunjangan yang melimpah, termasuk rumah.
Jaksa memperkirakan bahwa Seo menerima total 223 juta won ($166.500) dalam bentuk gaji dan biaya relokasi ke Thailand antara Juli 2018 dan April 2020.
Fasilitas ini dianggap sebagai bentuk suap untuk Moon.
Seo sendiri telah diperiksa tiga kali tahun ini sebagai saksi, namun ia memilih untuk tetap diam.
Kasus ini kini tengah dalam tahap penyelidikan, dan publik menantikan hasil akhir dari proses hukum yang sedang berlangsung.
Skandal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas dan etika politik di Korea Selatan.
Publik menuntut transparansi dan keadilan dalam proses hukum, serta berharap agar kasus ini tidak hanya menjadi contoh kasus penyuapan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan dan etika politik di negara tersebut.
***
Artikel Terkait
Wagub Kandouw Sebut Indeks Pendidikan di Kota Tomohon Tertinggi Se - Sulawesi Utara
Salurkan Pupuk Gratis Untuk Petani, Walikota Tomohon Caroll Senduk Sampaikan Ketersediaan Pupuk Ada dan Berproses
Misteri Kematian Gadis Belia di TPU Talang Kerikil, Pelaku Ditangkap!
Banteng Terlalu Perkasa di Tomohon! Akankah YSK-Victory Menang?
Babinsa Koramil 1312-02/Lirung Bantu Warga Panen Padi
Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Meski Diguyur Hujan Timnas Indonesia Latihan di Malam Hari Kontra Arab Saudi
Jordi Amat Fokus Pemulihan Cedera, Ternyata Ngebet Banget Comeback demi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Cristiano Ronaldo Masih Akan Bela Timnas Portugal Lebih Lama atau Pensiun ?
Tokito Oda: Dari Mimpi di Paris hingga Menjadi Inspirasi bagi Anak-Anak
Timnas Garuda Umrah Sebelum Lawan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong Mendukung