Skandal Politik: Mantan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, Ditetapkan Tersangka Kasus Penyuapan

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Selasa, 3 September 2024 | 21:41 WIB
Mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae In terseret kasus suap (ist)
Mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae In terseret kasus suap (ist)

SULUTZONE -- Skandal politik yang mengguncang Korea Selatan kembali terkuak.

Mantan Presiden Moon Jae In, yang memimpin negara tersebut dari 2017 hingga 2022, kini ditetapkan sebagai tersangka kasus penyuapan.

Kasus ini bermula dari dugaan perlakuan istimewa yang diberikan kepada mantan menantunya, Seo, yang mendapatkan pekerjaan di sebuah maskapai penerbangan.

Baca Juga: Timnas Garuda Umrah Sebelum Lawan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong Mendukung

Dugaan penyuapan ini muncul setelah Divisi 3 Kantor Kejaksaan Distrik Jeonju membuka penyelidikan pada tahun 2020.

Penyelidikan ini didasari oleh empat pengaduan yang diajukan oleh Partai People Power dan kelompok ormas Justice People terkait perekrutan Seo di Thai Eastar Jet.

Partai People Power, yang merupakan partai oposisi, menuding bahwa Seo mendapatkan pekerjaan di Thai Eastar Jet sebagai imbalan atas penunjukan mantan anggota parlemen Lee Sang-jik sebagai Kepala Badan UKM dan Startup Korsel (KOSME).

Baca Juga: Tokito Oda: Dari Mimpi di Paris hingga Menjadi Inspirasi bagi Anak-Anak

Lee, yang merupakan anggota partai Moon, Democratic Party, menjabat sebagai Presiden KOSME pada Maret 2018, beberapa bulan sebelum Seo bergabung dengan unit Eastar di Thailand pada Juli 2018.

Kejanggalan dalam pengangkatan Seo semakin mencuat karena kurangnya pengalamannya di industri penerbangan, ditambah dengan kondisi keuangan Thai Eastar Jet yang sedang terpuruk.

Hal ini memicu kecurigaan bahwa kantor kepresidenan terlibat dalam pengangkatan Seo.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Masih Akan Bela Timnas Portugal Lebih Lama atau Pensiun ?

Dugaan penyuapan semakin kuat setelah jaksa menemukan bukti bahwa Presiden Moon dan istrinya menghentikan dukungan finansial terhadap putri mereka, Moon Da Hye, yang merupakan mantan istri Seo, setelah Seo diterima bekerja di Thai Eastar Jet.

Jaksa meyakini bahwa penghentian dukungan finansial tersebut merupakan bentuk suap untuk Moon.

Selama bekerja di Thai Eastar Jet, Seo mendapatkan gaji dan tunjangan yang melimpah, termasuk rumah.

Baca Juga: Jordi Amat Fokus Pemulihan Cedera, Ternyata Ngebet Banget Comeback demi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Jaksa memperkirakan bahwa Seo menerima total 223 juta won ($166.500) dalam bentuk gaji dan biaya relokasi ke Thailand antara Juli 2018 dan April 2020.

Fasilitas ini dianggap sebagai bentuk suap untuk Moon.

Seo sendiri telah diperiksa tiga kali tahun ini sebagai saksi, namun ia memilih untuk tetap diam.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Meski Diguyur Hujan Timnas Indonesia Latihan di Malam Hari Kontra Arab Saudi

Kasus ini kini tengah dalam tahap penyelidikan, dan publik menantikan hasil akhir dari proses hukum yang sedang berlangsung.

Skandal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas dan etika politik di Korea Selatan.

Publik menuntut transparansi dan keadilan dalam proses hukum, serta berharap agar kasus ini tidak hanya menjadi contoh kasus penyuapan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan dan etika politik di negara tersebut.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X