Sejarah Palang Merah Internasional: Mengubah Dunia dengan Kemanusiaan

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Rabu, 8 Mei 2024 | 06:05 WIB
Ilustrasi (Istimewa. Tampak sosok Henry Dunant pendiri Organisasi Palang merah, Logo Palang Merah Internasional, dan Bendera Swiss yang merupakan asal lambang Palang Merah.)
Ilustrasi (Istimewa. Tampak sosok Henry Dunant pendiri Organisasi Palang merah, Logo Palang Merah Internasional, dan Bendera Swiss yang merupakan asal lambang Palang Merah.)

Organisasi ini juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan inovasi medis, memperluas layanan kemanusiaan mereka untuk mencakup pendidikan kesehatan, pencegahan penyakit, dan pemulihan pasca-bencana.

Dalam Perang Dunia II, Palang Merah Internasional bersama dengan Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) berperan dalam memberikan bantuan medis dan kemanusiaan kepada para tahanan kamp konsentrasi dan pengungsi perang.

Organisasi ini juga berjuang untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia di seluruh dunia.

Baca Juga: Kata Paus Soal Peran Gereja Tentanga Pasangan

Prinsip-Prinsip Dasar Palang Merah

Palang Merah Internasional beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang dikenal sebagai Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Prinsip-prinsip ini meliputi kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan

Prinsip-prinsip ini menjadi panduan dalam setiap operasi dan kegiatan Palang Merah di seluruh dunia.

Baca Juga: Sarkol Ajak Lewat Persitiwa Rosario di Tangsel, Hentikan Intoleransi

Berikut adalah ketujuh prinsip tersebut:

  1. Kemanusiaan: Gerakan ini lahir dari keinginan untuk memberikan bantuan tanpa diskriminasi kepada korban luka di medan pertempuran.

    Gerakan ini berusaha dengan kemampuan internasional maupun nasionalnya untuk mencegah dan meringankan penderitaan manusia di mana saja.

    Tujuan Gerakan adalah untuk melindungi kehidupan dan kesehatan serta memastikan penghormatan terhadap umat manusia.

    Baca Juga: Berjuang Merebut Tiket Olimpiade 2024! Berikut Jadwal Timnas Indonesia U 23 VS Guinea U 23.

    Gerakan memajukan saling pengertian, persahabatan, kerja sama, dan perdamaian abadi di antara semua bangsa.

  2. Kesamaan: Gerakan ini tidak membeda-bedakan kebangsaan, ras, agama, status sosial, atau pandangan politik korban.

    Gerakan ini membantu korban hanya atas dasar kebutuhan mereka. Bantuan diprioritaskan bagi kasus penderitaan yang paling mendesak.

    Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Berjuang Hadapi Tantangan Singkat Menuju Playoff Olimpiade 2024
  3. Kenetralan: Gerakan ini tidak akan berpihak dalam konflik yang terjadi dan tidak akan terlibat dalam pertentangan politik, ras, keagamaan, ataupun ideologis.

    Agar tetap dipercaya oleh semua pihak, Gerakan ini memegang teguh prinsip kenetralan.
  4. Kemandirian: Gerakan ini bersifat independen. Setiap Perhimpunan Nasional, sekalipun merupakan pendukung pemerintah masing-masing di bidang kemanusiaan dan tunduk pada hukum nasional negaranya, harus mempertahankan otonominya supaya dapat bertindak sesuai prinsip-prinsip Gerakan.

    Baca Juga: Satuan Narkoba Polresta Jayapura Kota, Menertibkan Tempat Hiburan Malam Yang Tidak Memiliki Izin Jual Miras

    Kemandirian ini memastikan bahwa setiap Perhimpunan Nasional dapat menjalankan tugas kemanusiaannya dengan kebebasan dan kemandirian yang diperlukan.

  5. Kesukarelaan: Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah sebuah gerakan yang memberikan bantuan atas dasar kesukarelaan.

    Motivasi Gerakan ini tidak didorong dengan cara apapun oleh keinginan untuk memperoleh keuntungan tertentu.

    Baca Juga: Profil Ilaix Moriba: Perjalanan Karier dari La Masia hingga Timnas Guinea

    Setiap anggota dan sukarelawan Gerakan ini berpartisipasi secara sukarela dan berdedikasi dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

  6. Kesatuan: Hanya boleh ada satu Perhimpunan Palang Merah atau Bulan Sabit Merah di suatu negara.

    Prinsip kesatuan ini memastikan bahwa setiap negara memiliki satu organisasi yang mewakili Gerakan ini.

    Baca Juga: Justin Hubner Absen Bersama Timnas Indonesia U-23 di Playoff Olimpiade 2024

    Perhimpunan ini harus terbuka bagi semua orang. Selain itu, Perhimpunan ini juga harus melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah negaranya.

  7. Kesemestaan: Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah gerakan yang bersifat global dan universal.

    Prinsip kesemestaan ini menegaskan bahwa semua Perhimpunan Nasional memiliki status yang setara dan tanggung jawab serta kewajiban yang sama dalam membantu satu sama lain.

    Baca Juga: Menindaklanjuti Instruksi Presiden Joko Widodo, Menteri ATR/BPN AHY Langsung Turun ke Sulawesi Utara

    Gerakan ini hadir di seluruh dunia, berupaya mencapai tujuan bersama dalam menciptakan dunia yang lebih baik.

Penghargaan dan Pengakuan

Sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa terhadap kemanusiaan, Henry Dunant dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 1901.

Penghargaan ini bukan hanya untuk Dunant pribadi, tetapi juga untuk setiap anggota Palang Merah yang telah berdedikasi dalam membantu orang lain.

Baca Juga: Lebih Dekat Dengan Masyarakat, SulutZone.com Hadir di Fitur Ini.

Selain itu, Palang Merah Internasional juga telah menerima pengakuan dan penghargaan dari berbagai pihak, termasuk badan PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

BAGIAN 2: SANG PENGUASA BAYANGAN DI JANTUNG PARLEMEN

Kamis, 5 Februari 2026 | 10:59 WIB

Sejarah Lengkap Suporter Hooligan

Senin, 16 Desember 2024 | 12:41 WIB

Beberapa Tokoh Dunia yang Lahir pada Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:19 WIB

Peristiwa dan Kejadian Penting Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:10 WIB

Hari HAM Sedunia

Selasa, 10 Desember 2024 | 09:36 WIB

Kejutan di Pearl Harbor: Ketika Dunia Terhenyak

Minggu, 8 Desember 2024 | 18:55 WIB

Marsinah: Aktivis Buruh yang Menginspirasi

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:30 WIB

Kisah Menyegarkan Coca Cola

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:14 WIB

Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.

Rabu, 8 Mei 2024 | 05:25 WIB
X