Organisasi ini juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan inovasi medis, memperluas layanan kemanusiaan mereka untuk mencakup pendidikan kesehatan, pencegahan penyakit, dan pemulihan pasca-bencana.
Dalam Perang Dunia II, Palang Merah Internasional bersama dengan Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) berperan dalam memberikan bantuan medis dan kemanusiaan kepada para tahanan kamp konsentrasi dan pengungsi perang.
Organisasi ini juga berjuang untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia di seluruh dunia.
Baca Juga: Kata Paus Soal Peran Gereja Tentanga Pasangan
Prinsip-Prinsip Dasar Palang Merah
Palang Merah Internasional beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang dikenal sebagai Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Prinsip-prinsip ini meliputi kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan
Prinsip-prinsip ini menjadi panduan dalam setiap operasi dan kegiatan Palang Merah di seluruh dunia.
Baca Juga: Sarkol Ajak Lewat Persitiwa Rosario di Tangsel, Hentikan Intoleransi
Berikut adalah ketujuh prinsip tersebut:
- Kemanusiaan: Gerakan ini lahir dari keinginan untuk memberikan bantuan tanpa diskriminasi kepada korban luka di medan pertempuran.
Gerakan ini berusaha dengan kemampuan internasional maupun nasionalnya untuk mencegah dan meringankan penderitaan manusia di mana saja.
Tujuan Gerakan adalah untuk melindungi kehidupan dan kesehatan serta memastikan penghormatan terhadap umat manusia.
Baca Juga: Berjuang Merebut Tiket Olimpiade 2024! Berikut Jadwal Timnas Indonesia U 23 VS Guinea U 23.
Gerakan memajukan saling pengertian, persahabatan, kerja sama, dan perdamaian abadi di antara semua bangsa. - Kesamaan: Gerakan ini tidak membeda-bedakan kebangsaan, ras, agama, status sosial, atau pandangan politik korban.
Gerakan ini membantu korban hanya atas dasar kebutuhan mereka. Bantuan diprioritaskan bagi kasus penderitaan yang paling mendesak.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Berjuang Hadapi Tantangan Singkat Menuju Playoff Olimpiade 2024 - Kenetralan: Gerakan ini tidak akan berpihak dalam konflik yang terjadi dan tidak akan terlibat dalam pertentangan politik, ras, keagamaan, ataupun ideologis.
Agar tetap dipercaya oleh semua pihak, Gerakan ini memegang teguh prinsip kenetralan. - Kemandirian: Gerakan ini bersifat independen. Setiap Perhimpunan Nasional, sekalipun merupakan pendukung pemerintah masing-masing di bidang kemanusiaan dan tunduk pada hukum nasional negaranya, harus mempertahankan otonominya supaya dapat bertindak sesuai prinsip-prinsip Gerakan.
Baca Juga: Satuan Narkoba Polresta Jayapura Kota, Menertibkan Tempat Hiburan Malam Yang Tidak Memiliki Izin Jual Miras
Kemandirian ini memastikan bahwa setiap Perhimpunan Nasional dapat menjalankan tugas kemanusiaannya dengan kebebasan dan kemandirian yang diperlukan. - Kesukarelaan: Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah sebuah gerakan yang memberikan bantuan atas dasar kesukarelaan.
Motivasi Gerakan ini tidak didorong dengan cara apapun oleh keinginan untuk memperoleh keuntungan tertentu.
Baca Juga: Profil Ilaix Moriba: Perjalanan Karier dari La Masia hingga Timnas Guinea
Setiap anggota dan sukarelawan Gerakan ini berpartisipasi secara sukarela dan berdedikasi dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. - Kesatuan: Hanya boleh ada satu Perhimpunan Palang Merah atau Bulan Sabit Merah di suatu negara.
Prinsip kesatuan ini memastikan bahwa setiap negara memiliki satu organisasi yang mewakili Gerakan ini.
Baca Juga: Justin Hubner Absen Bersama Timnas Indonesia U-23 di Playoff Olimpiade 2024
Perhimpunan ini harus terbuka bagi semua orang. Selain itu, Perhimpunan ini juga harus melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah negaranya. - Kesemestaan: Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah gerakan yang bersifat global dan universal.
Prinsip kesemestaan ini menegaskan bahwa semua Perhimpunan Nasional memiliki status yang setara dan tanggung jawab serta kewajiban yang sama dalam membantu satu sama lain.
Baca Juga: Menindaklanjuti Instruksi Presiden Joko Widodo, Menteri ATR/BPN AHY Langsung Turun ke Sulawesi Utara
Gerakan ini hadir di seluruh dunia, berupaya mencapai tujuan bersama dalam menciptakan dunia yang lebih baik.
Penghargaan dan Pengakuan
Sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa terhadap kemanusiaan, Henry Dunant dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 1901.
Penghargaan ini bukan hanya untuk Dunant pribadi, tetapi juga untuk setiap anggota Palang Merah yang telah berdedikasi dalam membantu orang lain.
Baca Juga: Lebih Dekat Dengan Masyarakat, SulutZone.com Hadir di Fitur Ini.
Selain itu, Palang Merah Internasional juga telah menerima pengakuan dan penghargaan dari berbagai pihak, termasuk badan PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya.
Artikel Terkait
Hati-hati! Inilah 8 Penyebab Burnout, Bisa Mengganggu Kehidupan Anda
Mitos Terpecahkan: Tidak Ada Hubungan Antara Nyamuk Wolbachia dan DBD
5000 Orang Terkena Flu Singapura, Simak Pencegahanya!
Mikroplastik Ternyata Ada Di Plasenta Bayi
Sosok Pendiri PSSI Menyatukan Indonesia Lewat Sepak Bola
Simak Organisasi Sepak Bola yang Lahir dari Semangat Anti Penjajah
Simak Kisah Pendaratan Apollo 16 di Bulan
Kisah Apollo 16 Kembali ke Bumi
Sejarah Peristiwa Haymarket, Titik Balik dalam Perjuangan Buruh
Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.