sulutzone.com -- Kisah ini tentang seorang anak yang lahir di Minahasa, namun takdir membawanya ke Makassar sejak usia 9 bulan. Dibesarkan oleh sang nenek di lingkungan Asrama PHB Kodam VII Wirabuana, Ujung Pandang (kini Makassar), Sulawesi Selatan, ia tumbuh di bawah naungan seorang kakek yang berprofesi sebagai anggota TNI. Perpisahan kedua orang tuanya saat ia masih berusia 7 bulan membuatnya menemukan rumah dan kasih sayang dalam dekapan sang nenek.
Masa kecilnya di asrama memberikan warna tersendiri. Disiplin dan nilai-nilai kebersamaan tertanam kuat. Setelah sang kakek pensiun, di usia 6 tahun lebih, ia kembali ke tanah leluhurnya, Manado. Ia mulai bersekolah di sebuah desa yang berbatasan dengan Kota Manado, tumbuh besar di lingkungan pinggir kota. Kehidupan yang sederhana tak memadamkan api impian dalam dirinya.
Sejak kecil, ia merasa ada panggilan yang kuat untuk melangkah sesuai kehendak Tuhan. Pencarian jati diri membawanya pada satu titik terang: jurnalisme. Profesi ini dirasanya sebagai “jalan ninja”-nya, sebuah cara untuk menyuarakan kebenaran, menginspirasi, dan memberikan dampak bagi sesama.
Baca Juga: CERPEN : Secercah Harapan di Tengah Pasar
Perjalanan di dunia jurnalistik pun dimulai. Ia menapaki tangga karir di berbagai media cetak dan online lokal. Pengalaman demi pengalaman ia serap, mengasah kemampuan menulis, mewawancarai, dan memahami seluk-beluk dunia media. Namun, ia merasa ada sesuatu yang lebih besar yang ingin dicapainya.
Dengan berbekal pengalaman dan semangat yang membara, ia memberanikan diri membangun perusahaan media digital sendiri. Visinya tak hanya terpaku pada media online atau media massa konvensional. Ia ingin menciptakan platform yang lebih luas, yang berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia ingin membangun ekosistem media yang inklusif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Kisah anak yang dibesarkan neneknya di asrama Kodam ini adalah bukti bahwa latar belakang dan keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan keyakinan, kerja keras, dan restu Tuhan, ia mampu menorehkan jejaknya di dunia jurnalisme. Ia mengajarkan kita bahwa:
Baca Juga: Cerita Kehidupan : Kasih Oma, Kekuatan Hidupku
- Keluarga adalah kekuatan: Kasih sayang dan didikan sang nenek menjadi fondasi yang kokoh dalam hidupnya.
- Lingkungan membentuk karakter: Pengalaman hidup di asrama dan lingkungan pinggir kota memberikan pelajaran berharga tentang disiplin, kebersamaan, dan ketahanan.
- Mimpi adalah kompas: Impian yang kuat menuntunnya menemukan jalan hidup dan memberikan arah dalam setiap langkah.
- Inovasi adalah kunci: Keberanian untuk membangun perusahaan media digital sendiri menunjukkan semangat inovasi dan adaptasi terhadap perubahan.
- Kesuksesan adalah perjalanan: Perjalanan karirnya di dunia jurnalisme adalah proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus.
Baca Juga: CERPEN : Cinta di Negeri Ginseng
Kisah ini diharapkan dapat menginspirasi siapapun yang memiliki mimpi, terutama bagi mereka yang merasa berasal dari latar belakang yang kurang beruntung. Ingatlah, bahwa setiap kita memiliki potensi untuk meraih kesuksesan, asalkan kita berani bermimpi, bekerja keras, dan percaya pada kekuatan diri sendiri.
Pesan Penulis:
Kisah ini adalah contoh nyata bahwa mimpi dapat diraih oleh siapapun, tanpa memandang latar belakang. Teruslah berjuang, berinovasi, dan jangan pernah menyerah pada impian Anda. Percayalah, Tuhan selalu menyertai setiap langkah kita.
Semoga kisah ini bermanfaat dan menginspirasi!
Artikel Terkait
Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat Polsek Wanea Lakukan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan
Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Hukum Polresta Manado, Polsek Pineleng Lakukan Patroli Sikat Pemabuk Jalanan
Kasat Binmas Polresta Manado Sambangi Pengurus POKDAR Kamtibmas Sulut dan Kota Manado
Respon Cepat Aduhan Masyarakat Melalui Call Center 110/112, Personel Polsek Mapanget Amankan Pelaku Pencurian
PGE Dukung Pengembangan Pertanian Berkelanjutan melalui Penyemprotan Pupuk Booster Katrili pada Tanaman Padi Petani Lokal di Tomohon
Perusahaan di Manado Terancam Sanksi Pidana Akibat Gaji di Bawah UMP, Kasus Millenium Babies and Kids Jadi Sorotan
Tawuran Berdarah Kembali Pecah di Bitung, Fasilitas Umum Rusak, Warga Resah
Remaja 15 Tahun di Bitung Ditangkap Polisi Usai Jual Sajam di TikTok, Sempat Tantang Polisi di Medsos
Keindahan Tersembunyi Pantai Permisan, Surga Alami di Pulau Nusakambangan
70 Persen Warga Indonesia Tak Punya Tabungan, Tantangan Ekonomi Keluarga Semakin Berat