70 Persen Warga Indonesia Tak Punya Tabungan, Tantangan Ekonomi Keluarga Semakin Berat

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Minggu, 19 Januari 2025 | 22:12 WIB
Kota Jakarta (Isitmewa/Canva)
Kota Jakarta (Isitmewa/Canva)

Jakarta – sulutzone.com – Fakta mengejutkan terungkap dari hasil survei terbaru: sekitar 70 persen warga Indonesia ternyata tidak memiliki tabungan. Temuan ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi banyak keluarga dalam mengelola keuangan mereka di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Survei yang dilakukan oleh GoodStats pada tanggal 20-30 November 2024 terhadap 1.000 responden di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sebanyak 69,9% responden mengaku tidak memiliki tabungan sama sekali, sementara hanya 30,1% yang mampu menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk ditabung.

Baca Juga: Rahasia Kuadran Cashflow: Memahami Cara Kaya yang Diajarkan Robert Kiyosak

Pembelian Impulsif dan Pendapatan Tidak Memadai Jadi Penyebab Utama

Survei tersebut juga mengidentifikasi dua penyebab utama yang mendasari ketidakmampuan masyarakat untuk menabung. Pertama, kebiasaan pembelian impulsif yang dialami oleh 34,5% responden. Kedua, pendapatan yang dianggap tidak memadai oleh 28,2% responden.

Kebiasaan pembelian impulsif menunjukkan adanya pola konsumsi yang tidak terencana. Banyak orang cenderung membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, lebih didorong oleh keinginan sesaat atau gaya hidup konsumtif. Pola ini mengakibatkan pengeluaran membengkak dan pada akhirnya mengurangi atau bahkan menghilangkan kemampuan untuk menabung.

Faktor pendapatan yang tidak memadai juga menjadi masalah krusial. Terutama bagi para pekerja dengan gaji rendah, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah sulit, apalagi menyisihkan uang untuk tabungan. Kenaikan biaya hidup di kota-kota besar semakin memperparah situasi ini, memaksa masyarakat untuk memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok dibandingkan menabung.

Baca Juga: Golden Swalayan Manado: Pusat Perbelanjaan Terlengkap dan Favorit Keluarga

Implikasi dan Langkah yang Perlu Diambil

Kondisi ini tentu menimbulkan implikasi yang signifikan bagi ketahanan ekonomi keluarga. Tanpa tabungan, masyarakat akan lebih rentan terhadap guncangan ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi permasalahan ini antara lain:

  • Edukasi Keuangan: Peningkatan literasi keuangan masyarakat sangat penting untuk mengubah pola konsumsi yang impulsif menjadi lebih terencana. Edukasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti seminar, workshop, atau kampanye di media sosial.
  • Perencanaan Keuangan: Masyarakat perlu didorong untuk membuat perencanaan keuangan yang matang, termasuk alokasi dana untuk tabungan.
  • Meningkatkan Pendapatan: Upaya peningkatan pendapatan, baik melalui peningkatan keterampilan (skill) untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik atau melalui usaha sampingan, juga penting untuk meningkatkan kemampuan menabung.
  • Kebijakan Pemerintah: Pemerintah juga diharapkan dapat mengeluarkan kebijakan yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti pengendalian harga kebutuhan pokok dan penciptaan lapangan kerja yang layak.

Temuan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak. Dengan perencanaan yang baik dan kesadaran akan pentingnya menabung, diharapkan masyarakat Indonesia dapat memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik di masa depan.

(Rustam Darui)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Data survei GoodStats, 20-30 November 2024

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X