Sarkol Ajak Lewat Peristiwa Rosario di Tangsel, Hentikan Intoleransi

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Selasa, 7 Mei 2024 | 23:04 WIB
Mario Sarkol (Istimewa)
Mario Sarkol (Istimewa)

Menurut Mario, tindakan tersebut tidak hanya melanggar hak asasi manusia dan kebebasan beragama, tetapi juga mencoreng nilai-nilai toleransi dan persatuan yang diatur dalam UUD 1945.

"Saya mengutuk keras tindakan keji dan diskriminasi tersebut dan mendesak aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti peristiwa tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku," Kata Sarkol.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama melawan segala bentuk intoleransi dan diskriminasi dan menjaga persatuan demi terciptanya Indonesia yang damai dan toleran.

Baca Juga: Indonesia: Ekonomi Tetap Berdaya Tahan di Tengah Meningkatnya Ketidakpastian Global

Ia mengemukakan pada peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya toleransi dan saling menghormati perbedaan dalam beribadah.

"Kita semua harus belajar dari peristiwa ini dan berupaya menjaga kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam ini. Terlebih lagi, peristiwa ini menunjukkan bahwa provokasi dan kekerasan tidak dapat dibiarkan dalam masyarakat yang beragam seperti Indonesia," tegasnya.

Selanjutnya ia mengajak masyarakat harus bersama-sama mengambil tindakan untuk menjaga toleransi dan menghormati kebebasan beragama setiap individu.

Baca Juga: Apa Yang Dibahas Konferensi ICFP-JCLI ke-2?

"Penting bagi kita untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, dan lebih bijaksana dalam menanggapi perbedaan keyakinan agama. Saya berharap pihak kepolisian akan mengusut kasus ini secara tuntas dan memproses para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku," ujarnya yang juga bagian dari Mahasiswa Katolik Universitas Negeri Manado.

Ia berharap tindakan kekerasan dan intoleransi harus dihukum dengan tegas untuk memberikan keadilan kepada para korban.

Selain itu, sebagai masyarakat semua juga perlu terus mengedepankan dialog yang konstruktif dan membangun agar dapat menciptakan suasana yang kondusif dan saling menghormati di antara berbagai agama dan kepercayaan.

Baca Juga: Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.

Ia menjelaskan melalui kesadaran kolektif, kerja sama, dan pendidikan yang baik, kita dapat menciptakan masyarakat yang inklusif, toleran, dan menghargai perbedaan.

"Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Terakhir, saya ingin menegaskan pentingnya menjaga hubungan antarumat beragama dengan penuh saling pengertian dan menghormati perbedaan," pungkasnya.

Dengan adanya rasa saling menghormati, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi semua umat beragama. Mari kita semua bekerja sama untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, damai, dan penuh toleransi di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ditengah Pergumulan : Kekuatan GMIM Hanya Doa

Senin, 22 Juni 2026 | 11:42 WIB
X