Sarkol Ajak Lewat Peristiwa Rosario di Tangsel, Hentikan Intoleransi

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Selasa, 7 Mei 2024 | 23:04 WIB
Mario Sarkol (Istimewa)
Mario Sarkol (Istimewa)

P

SulutZone.com - Intoleransi dan kekerasan terhadap kelompok agama kembali menjadi sorotan setelah peristiwa pembubaran paksa dan penyerangan terhadap sejumlah mahasiswa Katolik yang sedang berdoa rosario di Setu, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada malam Minggu, 5 Mei 2024.

Dilansir dari Tribunmedan.com penangkapan empat tersangka yang terlibat dalam peristiwa tersebut telah dilakukan, seperti yang diunggah oleh Kombes Pol Ahrie Sonta Nasution, Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Semoga tetap menjaga toleransi untuk semua ke depannya," tulis Ahriesonta, berharap agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.

Baca Juga: Kata Paus Soal Peran Gereja Tentanga Pasangan

Keempat tersangka yang ditangkap memiliki peran berbeda dalam peristiwa tersebut. Tersangka berinisial D, yang merupakan Ketua RT setempat, berperan sebagai provokator dalam peristiwa itu.

Dia meneriaki para mahasiswa yang sedang berdoa dengan nada suara tinggi dan kata-kata yang mengintimidasi.

Tersangka berinisial I berperan melakukan intimidasi dengan mendorong para korban yang menolak untuk pergi.

Baca Juga: Vatikan, Umat Kristen dan Budha Harus Bersama Membangun Perdamaian

Sedangkan dua tersangka lainnya, berinisial S dan A, membawa senjata tajam jenis pisau dan mengancam agar para korban membubarkan diri.

Kini, pisau yang digunakan para pelaku telah diamankan dan menjadi barang bukti, selain rekaman video dan beberapa kaus berwarna merah dan hitam.

Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan sekelompok mahasiswa dari sebuah universitas swasta di Tangerang Selatan yang diduga dikeroyok dan dianiaya saat beribadah.

Baca Juga: Ketua Pemuda Katolik Sulut Tanggapi Pembubaran Rosaria di Tangsel.

Salah satu pria yang berdiri di tengah kerumunan menyatakan bahwa mahasiswa yang tinggal di Tangerang Selatan mendapat persekusi dan penyerangan dari warga.

Peristiwa ini mendapat tanggapan luas dari berbagai pihak, termasuk dari Mario Sarkol, anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tondano.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ditengah Pergumulan : Kekuatan GMIM Hanya Doa

Senin, 22 Juni 2026 | 11:42 WIB
X