SulutZone.com - Ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Dilansir dari laman Bank Indonesi, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2024 mencapai 5,11% (yoy), mengalami peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 5,04% (yoy). Senin, (06/05/2024).
Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap kuat dan mampu menghadapi tantangan eksternal yang terus berubah.
Baca Juga: Ketua Pemuda Katolik Sulut Tanggapi Pembubaran Rosaria di Tangsel.
Pertumbuhan ekonomi yang solid ini didorong oleh permintaan domestik yang tinggi. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,91% (yoy), terutama karena adanya pelaksanaan Pemilu 2024, hari libur nasional, dan cuti bersama.
Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga mengalami pertumbuhan yang tinggi, mencapai 24,29% (yoy), yang didorong oleh aktivitas penyelenggaraan Pemilu 2024 dan momen Ramadan.
Konsumsi pemerintah juga meningkat sebesar 19,90% (yoy), terutama karena kenaikan belanja barang, terutama terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2024, serta belanja pegawai.
Baca Juga: Vatikan, Umat Kristen dan Budha Harus Bersama Membangun Perdamaian
Investasi juga tumbuh sebesar 3,79% (yoy), terutama didorong oleh investasi dalam sektor bangunan yang sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang terus berlanjut.
Meskipun demikian, sektor ekspor mengalami pertumbuhan yang melambat sebesar 0,50% (yoy), terutama dalam ekspor barang.
Hal ini terjadi karena penurunan harga komoditas produk ekspor utama dan permintaan yang tetap tumbuh dari beberapa negara mitra dagang utama.
Baca Juga: Kata Paus Soal Peran Gereja Tentanga Pasangan
Pertumbuhan ekonomi yang meningkat juga tercermin dari sektor Lapangan Usaha (LU). Hampir semua sektor LU pada triwulan I 2024 menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan yang tinggi, terutama sektor transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makanan minuman, serta perdagangan besar dan eceran.
Sektor industri pengolahan, sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi, juga tumbuh baik seiring dengan permintaan domestik dan global yang terjaga.
Artikel Terkait
Siaran Pers: PGE Area Lahendong Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak Bencana Erupsi Gunung Ruang
5 Panduan Praktis Menggunakan QRIS untuk Transaksi Anda
Manado dan Kotamobagu Alami Inflasi
Analisis Pertumbuhan Kredit di Sulawesi Utara
Berikut Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah di Sulawesi Utara
Penyerapan Tenaga Kerja dan IPM di Sulut Meningkat
Rekrutmen Bersama BUMN 2024 di Mulai.
Ratusan Bikers Ramaikan Fun Bike 10KM Arya Duta Hotel
PLN Siapkan Rencana Kontingensi Demi Amankan Kelistrikan Yang Terdampak di Sekitar Gunung Ruang
Negara-negara ASEAN Perkuat Pengamanan Keuangan Regional