SulutZOne.com, Sulawesi Utara - Hallo pembaca setia, kali ini mengabarkan bahwa selama tahun 2023, Sulawesi Utara (Sulut) mengalami pemulihan perekonomian yang signifikan.
Salah satu indikator pemulihan tersebut terlihat dari peningkatan penyerapan tenaga kerja oleh berbagai sektor usaha.
Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia pada 1 Maret 2024, Sektor-sektor seperti real estate dan jasa perusahaan, akomodasi dan makanan minuman (mamin), serta transportasi dan infokom menjadi motor penggerak utama ekspansi penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga: Pendiri Mustika Ratu Perusahaan Kecantikan Asli Indonesia Berpulang.
Hanya sektor administrasi pemerintahan yang mencatatkan penurunan tenaga kerja. Perbaikan kondisi ketenagakerjaan di Sulawesi Utara tergambar jelas dari penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mencapai 6,10% pada Agustus 2023.
Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan TPT sebesar 6,61% pada Agustus 2022. Penurunan TPT tentunya memberikan dampak positif bagi pengeluaran per kapita masyarakat, yang merupakan salah satu indikator dalam pembentukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Pada tahun 2023, IPM Sulawesi Utara mencatatkan peningkatan. Secara nasional, IPM Sulawesi Utara berada di atas rata-rata dan menempati peringkat ke-9 dari 34 provinsi lainnya di Indonesia.
Peningkatan IPM ini didorong oleh kenaikan pada seluruh indikator pembentuk IPM, yaitu Umur Harapan Hidup Saat Lahir (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran per Kapita.
Meski demikian, penurunan TPT di Sulut belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan tingkat kemiskinan.
Baca Juga: Pemain Baru Timnas Indonesia: Ole Romeny, Calvin Verdonk, dan Jens Raven Siap Bergabung
Hal ini terlihat dari tingkat kemiskinan di Sulawesi Utara yang justru tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Maret 2023, jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Utara mencapai 189 ribu jiwa atau sekitar 7,38% dari total penduduk.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan tingkat kemiskinan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 7,28%.
Pada intinya, pemulihan perekonomian dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di Sulawesi Utara tahun 2023 membawa dampak positif terhadap peningkatan IPM.
Artikel Terkait
Siap Kembangkan Wisata Tekaan Telu, PLN Suluttenggo Kucurkan Rp395 Juta
Siaran Pers: PGE Lahendong Menegaskan Komitmen pada Tanggung Jawab Sosial Perusahaan melalui Inisiatif Berkelanjutan
Simak Program The Power Of Emak-emak Kemenparekraf
PLN Berikan Bantuan Untuk Peningkatan Pariwisata di Tekaan Telu
PLN Dukung Produktivitas Nelayan di Sidoarjo, Tolitoli
Triwulan I 2024, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Positif
Industri Pengolahan Pada Peningkatan Triwulan I
Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Maret
Pendapatan dan Belanja Sulut Alami Penurunan.
Berikut Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah di Sulawesi Utara