Manado dan Kotamobagu Alami Inflasi

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Kamis, 25 April 2024 | 06:30 WIB
Ilustrasi. (Pixabay)
Ilustrasi. (Pixabay)

SulutZone.com, Sulawesi UtaraPada akhir tahun 2023, dunia ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami goncangan, hal itu berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia pada 1 Maret 2024.

Dinamika harga yang terjadi di daerah ini telah memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam segi konsumsi masyarakat.

Inflasi yang terjadi di Kota Manado dan Kotamobagu menjadi sorotan utama, di mana angka inflasi pada triwulan IV 2023 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Baca Juga: Pendapatan dan Belanja Sulut Alami Penurunan.

Dalam laporan triwulan tersebut, inflasi Manado mencapai 2,87%, meningkat dari 1,16% pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu, Kota Kotamobagu juga mengalami peningkatan yang sama, dengan inflasi mencapai 3,40%, lebih tinggi dibandingkan angka 2,77% pada triwulan IV 2023.

Namun, inflasi yang terjadi tidak merata di semua sektor. Beberapa kelompok barang dan jasa berhasil meredam tekanan inflasi, khususnya kelompok Penyedia Makanan dan Minuman/Restoran, serta kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar Lainnya.

Sayangnya, kenaikan inflasi masih terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau serta Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga, baik di Manado dan Kotamobagu.

Meski demikian, inflasi di Manado dan Kotamobagu masih tergolong terkendali, berkat sinergi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah serta mitra strategis lainnya, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Prov. Sulut dan Kab/Kota se-Sulut.

Baca Juga: PLN Berikan Bantuan Untuk Peningkatan Pariwisata di Tekaan Telu

Salah satu contoh upaya pengendalian inflasi adalah inisiatif mereka dalam meredam lonjakan harga cabai rawit pada triwulan IV 2023.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, TPID Kota Manado bekerja sama dengan PD Pasar Bersehati Manado untuk mendatangkan pasokan cabai rawit dari luar Sulut dan melakukan Operasi Pasar Cabai Rawit.

Inisiatif tersebut dilakukan baik secara luring maupun melalui e-commerce. Hasilnya, harga komoditas cabai rawit di Kota Manado mulai menunjukkan penurunan pada akhir tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Sumber: Indonesia, bank

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X