SulutZone.com - Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara Anggota ASEAN+3 (AFMGM+3) tahun 2024 berlangsung di Tblisi, Georgia pada, Jumat, (03/05/2024).
Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dalam bidang ekonomi dan keuangan, termasuk Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta yang mewakili Gubernur Bank Indonesia.
Pada pertemuan ini, negara-negara anggota ASEAN+3 berkomitmen untuk merespons dinamika dan potensi risiko perekonomian global dengan memperkuat jaring pengaman keuangan regional.
Baca Juga: Ini Kata Rafhilia Soal Kehidupan Anak di Tomohon.
Strategi ini diimplementasikan melalui penguatan kerja sama keuangan regional melalui berbagai inisiatif seperti Regional Financing Arrangements (RFA) Future Direction, Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM), AMRO, Asian Bond Markets Initiative (ABMI), Disaster Risk Financing (DRF), dan ASEAN+3 Future Initiatives.
Selain itu, juga dilakukan kajian studi beberapa tema strategis seperti Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transaction/LCT).
Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia, mengapresiasi peran negara-negara ASEAN+3 dan AMRO dalam upaya memperkuat Jaring Pengaman Keuangan Internasional dan Regional.
Baca Juga: KPU Manado: Ini PPK Hasil Penelitian Dokumen
Menurutnya, hal ini sangat krusial bagi negara ASEAN+3 dalam menghadapi kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian. Ia juga menyambut baik kesepakatan yang diraih oleh ASEAN+3 terkait pembentukan Rapid Financing Facility (RFF) dan upaya transisi struktur keuangan CMIM menuju ke model yang lebih robust dan reliable.
Berbagai hasil (deliverables) pertemuan AFMGM+3 yang kini telah dirintis dan mengalami kemajuan merupakan gagasan Indonesia dan Jepang dalam Co-Chairmanship AFMGM+3 pada tahun 2023 lalu.
Secara khusus, co-chair Korea Selatan dan Laos mengapresiasi inisiatif RFF tersebut. Fasilitas RFF adalah fasilitas keuangan yang menyediakan likuiditas kepada negara ASEAN+3 dalam mata uang US Dollar, Renminbi (RMB), dan Japanese Yen (JPY), sebagai jaring pengaman keuangan tambahan di kawasan ASEAN+3.
Baca Juga: KPU Tomohon Umumkan Nama-nama PPK Hasil Penelitian Berkas
Selain itu, para Menteri dan Gubernur ASEAN+3 juga menyepakati pentingnya reformasi CMIM untuk memperkuat jaring pengaman keuangan regional.
Reformasi ini dilakukan melalui eksplorasi struktur pembiayaan fasilitas keuangan di kawasan ASEAN+3 agar efektif dalam mencegah, memitigasi, dan menyelesaikan krisis di masa yang akan datang.
Artikel Terkait
Siaran Pers: PGE Area Lahendong Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak Bencana Erupsi Gunung Ruang
5 Panduan Praktis Menggunakan QRIS untuk Transaksi Anda
Pendapatan dan Belanja Sulut Alami Penurunan.
Manado dan Kotamobagu Alami Inflasi
Analisis Pertumbuhan Kredit di Sulawesi Utara
Berikut Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah di Sulawesi Utara
Penyerapan Tenaga Kerja dan IPM di Sulut Meningkat
Rekrutmen Bersama BUMN 2024 di Mulai.
Ratusan Bikers Ramaikan Fun Bike 10KM Arya Duta Hotel
PLN Siapkan Rencana Kontingensi Demi Amankan Kelistrikan Yang Terdampak di Sekitar Gunung Ruang