nasional

Dampak Asap Karhutla Kalimantan: Sekolah Diliburkan, Kasus ISPA Pontianak Tembus 300 Per Hari!

Rabu, 23 September 2026 | 21:38 WIB
Menyoroti maraknya karhutla yang melanda Kalimantan, ini sejumlah kebijakan atas dampak asap kebakaran di wilayah Kaltim hingga Kalbar. (Instagram.com/@undercover.id)

Sulutzone.com — Maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan kian menyita perhatian publik. Memasuki puncak musim kemarau, dampak sebaran kabut asap mulai mengancam kesehatan masyarakat dan mengganggu jalannya sektor pendidikan, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan menerbitkan sejumlah kebijakan darurat pendidikan dan kesehatan warganya.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, mengonfirmasi bahwa kegiatan belajar mengajar tatap muka di lingkungan sekolah saat ini masih diliburkan demi melindungi anak-anak dari paparan kabut asap.

"Saat ini masih dalam kondisi yang aman. Tetapi anak-anak sekolah masih kami liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar," ujar Rudy dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Rudy menambahkan, penanganan karhutla di wilayah Kaltim masih dalam kategori terkendali berkat sinergi ketat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), khususnya jajaran TNI dan Polri.

Sekolah Diliburkan, Program MBG di Kaltim Dipastikan Tetap Berjalan

Kendati sekolah diliburkan sementara waktu, Pemprov Kaltim memastikan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa akan terus berjalan.

"Kalau yang libur tentunya saya enggak tahu persis ya teknisnya di lapangan untuk MBG ini. Tapi untuk di seluruh Kalimantan Timur, MBG tetap menjadi prioritas," tegas Rudy.

Rudy juga menjelaskan bahwa Kaltim tidak termasuk dalam enam provinsi utama dengan titik karhutla paling mendominasi nasional—seperti Kalbar, Kalteng, Kalsel, Riau, Sumsel, dan Jambi—sehingga situasi kualitas udara Kaltim dinilai relatif aman.

Kalbar Terapkan Sekolah Daring, Kasus ISPA Capai 300 Orang Per Hari

Kondisi berbeda terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan bahwa kabut asap pekat memicu penerapan kebijakan sekolah daring (online) bagi siswa jenjang TK, SD, hingga SMP.

"Aktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring sampai cuaca membaik. Karena kabut asap sampai saat ini masih pekat," terang Edi.

Langkah tegas ini diambil guna mengantisipasi lonjakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menunjukkan grafik kenaikan signifikan.

"Kita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah," sebutnya.

Perbandingan Respon Kebijakan Karhutla Kaltim vs Kalbar

Parameter Kebijakan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar)
Status Pendidikan Sekolah Diliburkan (Tatap Muka) Pembelajaran Jarak Jauh / Daring (TK-SMP)
Program MBG Tetap Berjalan & Jadi Prioritas -
Dampak Kesehatan Pembagian Masker Gratis Lonjakan ISPA Capai 300 Kasus/Hari
Penanganan Wilayah Terkendali bersama TNI-Polri WFH bagi Pegawai Pemkot yang Sakit

Pemkot Pontianak mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan (outdoor) dan mewajibkan penggunaan masker standar kesehatan apabila terpaksa bepergian demi mencegah risiko gangguan pernapasan.

Tags

Terkini