Evakuasi KM Virgo Transport 8 Terhalang Arus dan Risiko Tekanan, Basarnas Kaji Opsi Balikkan Kapal

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 15 September 2026 | 21:28 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal proses evakuasi korban dalam kecelakaan KM Virgo di perairan Laut Jawa. (Instagram.com/@ussfeeds)
Menyoroti fakta terkini ihwal proses evakuasi korban dalam kecelakaan KM Virgo di perairan Laut Jawa. (Instagram.com/@ussfeeds)

Sulutzone.com — Tim SAR Gabungan masih terus berjuang melakukan operasi evakuasi korban kecelakaan kapal feri penumpang KM Virgo Transport 8 yang ditemukan terbalik di perairan Laut Jawa. Kapal rute Surabaya–Banjarmasin ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Hingga Senin (14/9/2026) malam, Tim SAR telah menemukan 114 orang dari total 243 penumpang dan kru kapal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara 6 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Saat ini, fokus pencarian tertuju pada 129 orang penumpang yang masih dinyatakan hilang di sekitar lokasi kejadian.

Posisi Kapal Bergeser 1,6 Mil ke Barat

Operasi pencarian hari kedua menghadapi tantangan teknis yang cukup berat. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa posisi bangkai KM Virgo Transport 8 yang terbalik telah bergeser sejauh 1,6 mil laut (nautical mile) ke arah barat dari titik awal (datum).

"Posisi datum atau titik letak dari kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran. Saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile ke arah barat dalam kondisi terbalik," terang Syafii pada Selasa (15/9/2026).

Syafii menjelaskan bahwa pergeseran ini terjadi karena kapal terdorong arus bawah laut. Adanya sekat ruang kosong (air pocket) di dalam badan kapal disinyalir membuat lambung kapal tetap mengapung terbalik dan bergerak mengikuti arus.

Risiko Tekanan Tinggi, Penyelam Dilarang Masuk Sembarangan

Meski diduga kuat masih ada korban yang terjebak di dalam lambung kapal, Basarnas memutuskan untuk belum menerjunkan tim penyelam ke bagian dalam kapal. Kondisi kapal yang terbalik (tengkurap) menyimpan ancaman bahaya yang mematikan bagi keselamatan personel SAR.

Selain ancaman arus kuat dan cuaca buruk, pembukaan sekat ruangan di dalam kapal secara paksa berpotensi memicu perubahan tekanan udara yang signifikan.

"Kalau kita sampai memaksakan untuk masuk dan membuka salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa. Tentunya ini akan sangat membahayakan penyelam," tegas Syafii.

Perkembangan Operasi SAR KM Virgo Transport 8

Parameter Evakuasi Data & Status Terkini
Rute Perjalanan Surabaya – Banjarmasin
Total Penumpang & Kru 243 Orang
Korban Selamat 108 Orang
Korban Meninggal Dunia 6 Orang
Korban Masih Dicari 129 Orang
Kondisi Bangkai Kapal Terbalik & Bergeser 1,6 Mil Laut ke Barat
Kendala Utama SAR Arus kuat, cuaca buruk, & risiko tekanan udara lambung

Saat ini, Basarnas tengah melibatkan sejumlah ahli dan personel berpengalaman untuk merumuskan metode evakuasi paling aman. Salah satu skema utama yang sedang dikaji adalah membalikkan posisi KM Virgo Transport 8 agar proses penyisiran korban di dalam bangkai kapal dapat dilakukan secara optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X